Belanja
Salah
satu model pembelajaran yang ada di sekolah adalah sentra peran. Pada
sentra ini, anak diajak untuk memerankan suatu peran sesuai dengan tema
belajar di pekan itu.
Misalnya pekan ini tema belajarnya adalah makanan. Dengan sub tema roti. Maka, hari ini ibu guru membuat setting sentra peran berupa toko roti dengan tokoh - tokoh pemerannya. Seperti pemilik toko, pembuat roti, pembeli dan pelayan toko.
Setiap anak diberi peran masing - masing. Dalam waktu tertentu. Kemudian ibu guru akan meminta mereka berganti peran dengan teman lainnya.
Contohnya Khalisa yang sebelumnya menjadi kasir toko roti, kemudian bertukar peran dengan Isa. Menjadi penjual es krim.
Selain memerankan tokoh tertentu, anak juga diajarkan cara berdialog perannya tersebut.
Misalnya Atma yang berperan sebagai penjaga toko, diajarkan cara menyambut tamu yang datang. Apa yang harus diucapkan saat ada pelanggan yang akan membeli roti. Dan bagaimana melayani pembeli.
Intinya, anak dikenalkan pada sebuah profesi dan belajar memerankan profesi tersebut.
Untuk mendukung agar kegiatan di sentra peran hari ini berjalan dengan baik, maka ibu guru pun mengeluarkan snack dan makanan sungguhan. Biasanya hanya mainan saja. Tapi kali ini ada wafer, coklat dan permen. 😊.
Mereka juga dibekali dengan uang kertas sebagai alat tukarnya. Dan tak lupa keranjang belanjaan yang melengkapi keseruan main hari ini.
Ibu guru menempatkan anak - anak usia 2 -3 tahun sebagai pemeran pembeli. Dan tahukah? Ternyata mereka 'fasih' sekali saat berbelanja. Mengambil makanan pilihan mereka, menyerahkan pada kasir, memberi uang dan pergi dengan membawa keranjang belanjaan.
Yang paling getol berbelanja adalah Azel. Dalam satu putaran permainan, dia mampu membelanjakan uangnya dengan sangat boros sehingga mendapatkan 3 keranjang belanjaan. 😂.
Usut punya usut, ternyata setiap kali belanja, Azel memberikan selembar uang pada Khalisa. Tapi kemudian meminta kembaliannya sebanyak 2 lembar.
Pantas saja uangnya tak pernah habis walau sudah dibelanjakan segitu banyak. 😂.
(Posting : fb)
Misalnya pekan ini tema belajarnya adalah makanan. Dengan sub tema roti. Maka, hari ini ibu guru membuat setting sentra peran berupa toko roti dengan tokoh - tokoh pemerannya. Seperti pemilik toko, pembuat roti, pembeli dan pelayan toko.
Setiap anak diberi peran masing - masing. Dalam waktu tertentu. Kemudian ibu guru akan meminta mereka berganti peran dengan teman lainnya.
Contohnya Khalisa yang sebelumnya menjadi kasir toko roti, kemudian bertukar peran dengan Isa. Menjadi penjual es krim.
Selain memerankan tokoh tertentu, anak juga diajarkan cara berdialog perannya tersebut.
Misalnya Atma yang berperan sebagai penjaga toko, diajarkan cara menyambut tamu yang datang. Apa yang harus diucapkan saat ada pelanggan yang akan membeli roti. Dan bagaimana melayani pembeli.
Intinya, anak dikenalkan pada sebuah profesi dan belajar memerankan profesi tersebut.
Untuk mendukung agar kegiatan di sentra peran hari ini berjalan dengan baik, maka ibu guru pun mengeluarkan snack dan makanan sungguhan. Biasanya hanya mainan saja. Tapi kali ini ada wafer, coklat dan permen. 😊.
Mereka juga dibekali dengan uang kertas sebagai alat tukarnya. Dan tak lupa keranjang belanjaan yang melengkapi keseruan main hari ini.
Ibu guru menempatkan anak - anak usia 2 -3 tahun sebagai pemeran pembeli. Dan tahukah? Ternyata mereka 'fasih' sekali saat berbelanja. Mengambil makanan pilihan mereka, menyerahkan pada kasir, memberi uang dan pergi dengan membawa keranjang belanjaan.
Yang paling getol berbelanja adalah Azel. Dalam satu putaran permainan, dia mampu membelanjakan uangnya dengan sangat boros sehingga mendapatkan 3 keranjang belanjaan. 😂.
Usut punya usut, ternyata setiap kali belanja, Azel memberikan selembar uang pada Khalisa. Tapi kemudian meminta kembaliannya sebanyak 2 lembar.
Pantas saja uangnya tak pernah habis walau sudah dibelanjakan segitu banyak. 😂.
(Posting : fb)
Komentar