Berapakah?

Ada banyak cara untuk belajar bersama anak - anak tanpa mereka menyadarinya. Karena dilakukan sambil bermain.
.
Pagi ini... Saat melihat anak - anak membuat bentuk kubus menggunakan pasang bongkar, terbersit sebuah ide..
.
"Nak, kita main bowling, yuk," ajakku pada anak - anak.
.
Maka berkumpullah Atma, Khalisa, Arra dan Kiki. Mereka terlihat antusias dengan ajakanku. Kususun satu persatu pasang bongkar yang sudah mereka buat, untuk dijadikan pin bowling. Sedangkan bolanya menggunakan kertas koran yang dibentuk bulat.
.
Dan beginilah ceritanya..
.
"Sekarang giliran Atma, ya. Ayo Atma, bolanya digelindingkan," aku memberi perintah.
.
Atma pun menggelindingkan bola kertas dan mengenai beberapa pasang bongkar.
.
"Dihitung, yok. Ada berapa pasang bongkar yang jatuh." Aku bertanya.
.

"Dua," jawab Nino yang ikutan nimbrung.
.
"Empat," kali ini Kiki yang menjawab.
.
"Masa, sih. Ayo dihitung sama - sama," ajakku. Dan mulailah kami berhitung.."Satu, dua, tiga, empat, lima."
.
"Jadi ada berapa?" Tanyaku.
.
"Enam," jawab Kiki.
.
Lha?
.
"Tiga, bu," Nathan ikutan menjawab.
.
Halah. Piye tho? Aku sudah sekuat tenaga menahan tawa.
.
"Lima," akhirnya Atma mampu menjawab dengan benar.
.
Alhamdulillah... 😂.
 
(Posting : ig)

Komentar

Postingan Populer