Istimewa

Namanya Athifa Kamania Yasmin. Di usia 8 bulan, Allah mengambil pendengarannya. Sehingga di usia sekarang, yang memasuki 3 tahun, Thifa tidak dapat mendengar dan berbicara.

Kepada anak - anak di sekolah, ibu guru menyampaikan, bahwa Thifa 'istimewa'. Oleh karena itu perlakuan ibu guru pada Thifa menjadi 'khusus'.

Ibu guru juga mengajari mereka cara berkomunikasi dengan Thifa. Tentunya menggunakan 'bahasa isyarat' ala ibu guru.

Walau tidak dapat berbicara dan mendengar, tapi kemampuan Thifa untuk belajar cepat tentang kebiasaan di sekolah, patut diacungi jempol.

Dia sudah tahu aturan antri saat minum. Bila ada teman yang merebut antrian, maka Thifa akan sibuk mengingatkan agar kembali ke barisan. Setelah semua ada di barisan, dia pun melenggang ke depan, untuk mengambil atrian. Yang pastinya di protes ramai - ramai oleh teman lainnya. 😀.

Ketika tidur siang, dia biasa bangun lebih dahulu dibandingkan teman lainnya. Dan dengan suara yang dibuatnya, teman - teman pun akan ikutan terbangun. Kemudian satu persatu, dengan menggunakan gerakan tangan, dia akan memanggil teman - teman untuk mendekat. Dia mengajak untuk makan snack sore. Jangan menolak ajakannya. Kalau tidak mau ditarik - tarik oleh Thifa. 😁.

Karena 'hobi' ngatur, maka secara resmi Thifa menjadi anggota 'keluarga'nya Bu Yayuk. 😊. Tapi Khalisa tidak mau 'mengakui'nya sebagai 'adik'.

"Adikku cuma Nathan. Bukan Thifa," begitu protesnya, ketika ibu guru mengatakan padanya, bahwa Thifa juga 'anak'nya Bu Yayuk.

Ada alasan mengapa Khalisa tidak mau menjadikan Thifa sebagai adik. Karena mereka 'bersaing' ketat dalam mengatur teman - teman. 😃. Khalisa merasa tersaingi oleh Thifa.

Sehari - hari, saat berinteraksi dengan Thifa, satu hal yang membuat sedih adalah ketika dia menginginkan sesuatu. Tapi tak ada satu ibu guru pun yang paham apa yang dimauinya. Ujung - ujungnya Thifa akan menangis. Ngamuk. Berguling ke sana ke mari. Tidak mau di dekati. Ibu guru hanya bisa menjaganya agar dia tetap aman saat marah - marah. Dan ketika sudah tenang kembali, barulah ibu guru memeluknya, mencoba mengurai - urai apa yang menjadi keinginannya.

Maafkan ibu guru, Nak. Yang masih harus belajar banyak untuk bisa memahami Thifa. 😢.

(Posting : fb)

Komentar

Postingan Populer