Kereta Kecil
Hari ini, ibu guru di kelas 2 - 3 tahun mengajak anak - anak membuat bentuk bangunan menggunakan balok unit.
Setelah selesai membangun, aku menawarinya untuk bercerita, tapi dia menolak. Namun aku tidak putus asa. 😊.
Aku tetap mengarahkan kamera pada karya yang dibuatnya dan bertanya tentang bangunannya. Ceritanya pun meluncur.
Nathan membangun rumah untuk keluarganya. Dan yang 'luar biasa', ada kereta di rumahnya itu. 😊. Jadi bertanya - tanya, rumah atau stasiun. 😁.
"Keretanya mana, Than?" Tanyaku.
"Itu. Didalamnya," Nathan menjawab seraya menunjuk ke bagian dalam dari bangunan yang dibentuknya. "Keretanya kecil."
"Kecil? Sebelah mana?" Tanyaku lagi.
"Gak kelihatan. Keretanya khan kecil," jawabnya menjelaskan.
Dan aku tertawa geli.
Bu Yayuk ngeyel, ya. Kalau kecil khan jadi gak keliatan. 😊.
Setelah selesai membangun, aku menawarinya untuk bercerita, tapi dia menolak. Namun aku tidak putus asa. 😊.
Aku tetap mengarahkan kamera pada karya yang dibuatnya dan bertanya tentang bangunannya. Ceritanya pun meluncur.
Nathan membangun rumah untuk keluarganya. Dan yang 'luar biasa', ada kereta di rumahnya itu. 😊. Jadi bertanya - tanya, rumah atau stasiun. 😁.
"Keretanya mana, Than?" Tanyaku.
"Itu. Didalamnya," Nathan menjawab seraya menunjuk ke bagian dalam dari bangunan yang dibentuknya. "Keretanya kecil."
"Kecil? Sebelah mana?" Tanyaku lagi.
"Gak kelihatan. Keretanya khan kecil," jawabnya menjelaskan.
Dan aku tertawa geli.
Bu Yayuk ngeyel, ya. Kalau kecil khan jadi gak keliatan. 😊.
(Posting : fb)
Komentar