Pencitraan
Karena ada pertemuan yang harus aku datangi di Dinas Pendidikan Kota, maka saat siang sudah menjelang, aku baru tiba di sekolah.
Dan inilah keseruan sesaat setelah aku bertemu anak - anak...
"Bu Yayuk kalaaaaaah," teriak Afif kegirangan. Terlihat sekali rona bahagia di wajahnya siang ini. Karena mendapati dia sudah sedari tadi ada di sekolah. Sementara aku belum menampakkan batang hidung.
.
Dan untuk pertama kalinya sejak beberapa waktu belakangan ini, Afif merasakan kemenangan dapat hadir lebih dulu daripada Bu Yayuk.
.
Itu saja? Tentu saja tidak...
Ketika aku baru saja meletakkan tas dan belum juga sempat melepaskan helm, tiba - tiba Tsaqib sudah menghampiri, memelukku.
Disusul oleh Tirta, Kiki dan Zaki. Membuatku harus berhati - hati agar helm yang masih terpasang di kepala, tidak membentur kepala mereka.
.
Selesai? Masih ada satu lagi...
Khalisa yang tengah berganti baju dengan bangga menghampiriku dan berkata seraya tersenyum, "Bu Yayuk, hari ini aku baik - baik,"
"Oya? Wow keren," pujiku seraya mengacungkan 2 jempol.
Tapi apa yang terjadi? Salah satu ibu guru 'mengajukan' nota protes.
.
"Gak, Bu Yayuk. Khalisa tadi bikin masalah waktu temen yang lain lagi makan," adu ibu guru.
Ternyata... Khalisa sedang melakukan 'pencitraan' di hadapan Bu Yayuk.
.
Dan inilah keseruan sesaat setelah aku bertemu anak - anak...
"Bu Yayuk kalaaaaaah," teriak Afif kegirangan. Terlihat sekali rona bahagia di wajahnya siang ini. Karena mendapati dia sudah sedari tadi ada di sekolah. Sementara aku belum menampakkan batang hidung.
Dan untuk pertama kalinya sejak beberapa waktu belakangan ini, Afif merasakan kemenangan dapat hadir lebih dulu daripada Bu Yayuk.
Itu saja? Tentu saja tidak...
Ketika aku baru saja meletakkan tas dan belum juga sempat melepaskan helm, tiba - tiba Tsaqib sudah menghampiri, memelukku.
Disusul oleh Tirta, Kiki dan Zaki. Membuatku harus berhati - hati agar helm yang masih terpasang di kepala, tidak membentur kepala mereka.
Selesai? Masih ada satu lagi...
Khalisa yang tengah berganti baju dengan bangga menghampiriku dan berkata seraya tersenyum, "Bu Yayuk, hari ini aku baik - baik,"
"Oya? Wow keren," pujiku seraya mengacungkan 2 jempol.
Tapi apa yang terjadi? Salah satu ibu guru 'mengajukan' nota protes.
"Gak, Bu Yayuk. Khalisa tadi bikin masalah waktu temen yang lain lagi makan," adu ibu guru.
Ternyata... Khalisa sedang melakukan 'pencitraan' di hadapan Bu Yayuk.
(Posting : fb)
Komentar