Cantik yang Hilang
Siang hari, ketika waktunya tidur...
"Hasna, tidurnya di atas saja. Nanti dijemput Abi jam 1," ibu guru memberitahu Hasna.
Karena sesuatu dan lain hal, orang tua Hasna akan menjemputnya lebih awal. Seusai sang Abi shalat Jum'at.
Agar nanti saat membangunkannya tidak mengganggu teman lain yang sedang tidur, ibu guru memintanya untuk tidur di atas. Bersama ibu guru.
Sebenarnya yang dimaksud dengan 'di atas' adalah lantai kelas yang berbeda satu bata saja tingginya.
"Aku juga mau tidur di atas," tiba - tiba Khalisa menyela ibu guru.
"Gak Khal. Khalisa tidur di bawah. Dengan teman lainnya," ujar ibu guru.
Dan Khalisa pun marah. Tidak berkenan. Seperti biasanyalah.
. Dia langsung menjatuhkan diri di kasur. Menepuk - nepuk kasur. Membuat suara bising. Sebagai pelampiasan marahnya.
Akupun menghampiri si cantik, 'anak'nya Bu Yayuk. Duduk disebelah kasurnya. Satu tanganku memegang tangannya.
"Khalisa marah, ya?" Tanyaku seraya tersenyum. "Cantiknya Khalisa tuh bisa hilang lho kalau marah - marah kayak gitu," aku meneruskan membujuk.
Tampaknya bujukanku mulai ada pengaruhnya. Perlahan raut wajah Khalisa lebih cerah.
Mungkin dia berpikir. Kalau benar cantiknya hilang, susah khan? Gak ada lho toko yang jualan cantik.
.
"Hasna, tidurnya di atas saja. Nanti dijemput Abi jam 1," ibu guru memberitahu Hasna.
Karena sesuatu dan lain hal, orang tua Hasna akan menjemputnya lebih awal. Seusai sang Abi shalat Jum'at.
Agar nanti saat membangunkannya tidak mengganggu teman lain yang sedang tidur, ibu guru memintanya untuk tidur di atas. Bersama ibu guru.
Sebenarnya yang dimaksud dengan 'di atas' adalah lantai kelas yang berbeda satu bata saja tingginya.
"Aku juga mau tidur di atas," tiba - tiba Khalisa menyela ibu guru.
"Gak Khal. Khalisa tidur di bawah. Dengan teman lainnya," ujar ibu guru.
Dan Khalisa pun marah. Tidak berkenan. Seperti biasanyalah.
Akupun menghampiri si cantik, 'anak'nya Bu Yayuk. Duduk disebelah kasurnya. Satu tanganku memegang tangannya.
"Khalisa marah, ya?" Tanyaku seraya tersenyum. "Cantiknya Khalisa tuh bisa hilang lho kalau marah - marah kayak gitu," aku meneruskan membujuk.
Tampaknya bujukanku mulai ada pengaruhnya. Perlahan raut wajah Khalisa lebih cerah.
Mungkin dia berpikir. Kalau benar cantiknya hilang, susah khan? Gak ada lho toko yang jualan cantik.
(Posting : fb)
Komentar