Penasaran

Olga pilihanku di hampir setiap hari adalah jalan pagi. Mengapa? Karena aku hanya membutuhkan niat yang kuat serta tekad yang bulat. Tidak memerlukan alat. Apalagi keluar biaya. 😜. Sekitar 30-an menit aku berjalan disekitar lingkungan rumah.

Karena hampir setiap hari, tak heran bila kemudian aku hafal dengan orang - orang yang melakukan kegiatan yang sama. Seringnya berpapasan dan berbagi senyum serta bertukar sapaan, membuat aku setidaknya tahu pada mereka ketika bertemu dijalan.

Diantara semua orang yang kuhafal itu, salah satunya adalah sepasang bapak sepuh. Beliau berdua selalu aku temui kemana pun arah jalan pagi yang kutempuh. Dan sungguh, aku jadi penasaran sekali. Dimana sebenarnya mereka tinggal. 😊. Karena di empat penjuru mata angin, selalu saja aku berpapasan dengan mereka.

Hingga di pagi ini, ketika aku berjalan - jalan di seputaran jalan Gedong Kuning. Kembali aku menjumpai keduanya.

"Mari, Pak," aku memulai untuk menyapa.

"Mari.. mari," jawab salah satu bapak yang lebih tinggi.

"Ketemu lagi, ya Mbak," sahut bapak yang satunya.

Aku tersenyum mengangguk sebagai balasan atas sapaan mereka.

"Eh, mbak nya rumahnya dimana tho? Kok kita selalu ketemu dimana saja," tanya si bapak yang lebih kecil.

Aku menunjukkan salah satu arah mata angin, seraya meminta ijin untuk melanjutkan jalan pagi.

Sambil berlalu, aku senyum - senyum sendiri. Merasa geli. Karena ternyata........ kami memiliki rasa penasaran yang sama. 😁.

Komentar

Postingan Populer