Dokter
Hari ini ibu guru mengajak anak - anak bermain di sentra peran. Seting ceritanya adalah rumah sakit.
Jadi anak - anak berbagi bermacam peran yang ada di rumah sakit. Seperti petugas pendaftaran, apoteker, dokter, perawat dan pasien.
Dan seperti biasa ketika bermain dengan anak - anak, pasti ada hal lucu, tak terduga dan 'ajaib'. Kelakuan yang menghadirkan gelak tawa.
Seperti ini...
Saat Tsaqib di beri peran sebagai dokter yang sedang praktek di ruangnya, Nathan sibuk 'membantu' ke sana ke mari. Mengaduk - aduk mainan yang difungsikan sebagai alat ke dokteran.
Apa yang terjadi kemudian?
Saat Afif tengah diperiksa, tiba - tiba Nathan datang dengan mainan alat suntik. Bukan tangan yang disuntik. Tapi mata Afif!!
Hadegh..
Lain lagi dengan Tsaqib. Saat memeriksa Tirta yang berperan sebagai pasien, dia tampak serius menggunakan alat mainan berupa palu kecil. Memukul - mukulkan pada lutut Tirta.
"Tirta sakit apa, Pak dokter?" Tanyaku.
"Sakit batuk," jawab 'dokter' Tsaqib.
Kontan saja aku dan ibu guru tertawa geli.
. Ada - ada saja.
Jadi anak - anak berbagi bermacam peran yang ada di rumah sakit. Seperti petugas pendaftaran, apoteker, dokter, perawat dan pasien.
Dan seperti biasa ketika bermain dengan anak - anak, pasti ada hal lucu, tak terduga dan 'ajaib'. Kelakuan yang menghadirkan gelak tawa.
Seperti ini...
Saat Tsaqib di beri peran sebagai dokter yang sedang praktek di ruangnya, Nathan sibuk 'membantu' ke sana ke mari. Mengaduk - aduk mainan yang difungsikan sebagai alat ke dokteran.
Apa yang terjadi kemudian?
Saat Afif tengah diperiksa, tiba - tiba Nathan datang dengan mainan alat suntik. Bukan tangan yang disuntik. Tapi mata Afif!!
Hadegh..
Lain lagi dengan Tsaqib. Saat memeriksa Tirta yang berperan sebagai pasien, dia tampak serius menggunakan alat mainan berupa palu kecil. Memukul - mukulkan pada lutut Tirta.
"Tirta sakit apa, Pak dokter?" Tanyaku.
"Sakit batuk," jawab 'dokter' Tsaqib.
Kontan saja aku dan ibu guru tertawa geli.
(Posting : fb)
Komentar