Penasaran
| |||
Olga pilihanku adalah jalan pagi. Alasannya karena tidak perlu biaya dan alat.
. Hanya dibutuhkan tekad dan kemauan yang keras.
Jadilah aku jalan pagi hampir setiap hari. Itu sebabnya aku pun sering bertemu dengan orang - orang yang sama, yang berkegiatan di pagi hari. Khususnya olga jalan pagi.
Seringnya berpapasan, membuat kami saling melempar senyum atau sekedar anggukan kepala. Dan sesekali bertegur sapa, satu dua kata.
Seperti...
Sepasang suami istri...
Sang suami menderita stroke sehingga sebagian tubuhnya tidak mudah lagi untuk digerakkan.
Setiap pagi, sang istri setia menemani suaminya berjalan di seputaran lingkungan kami. Berjalan perlahan disamping suaminya yang tertatih - tatih. Tapi semangat selalu.
Bahkan di musim hujan seperti saat ini, ketika tak jarang pagi dihiasi dengan gerimis kecil. Maka sang istri berjalan seraya membawa payung. Berjaga - jaga bila hujan turun saat mereka masih berjalan pagi.
Kemudian... dua orang bapak sepuh...
Aku tidak tahu dimana rumah beliau berdua. Tapi ke arah manapun rute jalan pagi yang kutempuh, aku selalu bertemu dengan keduanya.
Dan itu, membuat aku penasaran. Untuk tahu dimana sebenarnya mereka tinggal.
.
Lalu.... serombongan ibu - ibu. Sekitar 4 - 5 orang ibu.
Sepertinya rumah mereka berdekatan. Karena setiap kali bertemu selalu dalam formasi yang sama.
.
Sambil olga, mereka juga 'membumbui' nya dengan obrolan sana sini diseputaran mereka. Mungkin biar tambah semangat olganya.
.
Juga.... sepasang bapak yang mukanya mirip sekali.
Setiap kali melihat keduanya, aku selalu penasaran. Bahasa tubuh, wajah dan gerakan mereka terlihat mirip satu sama lainnya.
Sepertinya mereka kembar atau setidaknya kakak - adek.
Sama seperti dua bapak sepuh tadi, aku juga selalu bertemu dengan kedua bapak mirip ini kemanapun rute jalan pagiku.
Penasaranku berlipat - lipat pada kedua bapak yang mirip ini. Selain ingin tahu dimana tinggalnya juga ingin memastikan apakah benar mereka saudara kembar atau bukan.
Tapi, sepertinya itu gak penting. Jadi kuurungkan untuk bertanya.
.
Jadilah aku jalan pagi hampir setiap hari. Itu sebabnya aku pun sering bertemu dengan orang - orang yang sama, yang berkegiatan di pagi hari. Khususnya olga jalan pagi.
Seringnya berpapasan, membuat kami saling melempar senyum atau sekedar anggukan kepala. Dan sesekali bertegur sapa, satu dua kata.
Seperti...
Sepasang suami istri...
Sang suami menderita stroke sehingga sebagian tubuhnya tidak mudah lagi untuk digerakkan.
Setiap pagi, sang istri setia menemani suaminya berjalan di seputaran lingkungan kami. Berjalan perlahan disamping suaminya yang tertatih - tatih. Tapi semangat selalu.
Bahkan di musim hujan seperti saat ini, ketika tak jarang pagi dihiasi dengan gerimis kecil. Maka sang istri berjalan seraya membawa payung. Berjaga - jaga bila hujan turun saat mereka masih berjalan pagi.
Kemudian... dua orang bapak sepuh...
Aku tidak tahu dimana rumah beliau berdua. Tapi ke arah manapun rute jalan pagi yang kutempuh, aku selalu bertemu dengan keduanya.
Dan itu, membuat aku penasaran. Untuk tahu dimana sebenarnya mereka tinggal.
Lalu.... serombongan ibu - ibu. Sekitar 4 - 5 orang ibu.
Sepertinya rumah mereka berdekatan. Karena setiap kali bertemu selalu dalam formasi yang sama.
Sambil olga, mereka juga 'membumbui' nya dengan obrolan sana sini diseputaran mereka. Mungkin biar tambah semangat olganya.
Juga.... sepasang bapak yang mukanya mirip sekali.
Setiap kali melihat keduanya, aku selalu penasaran. Bahasa tubuh, wajah dan gerakan mereka terlihat mirip satu sama lainnya.
Sepertinya mereka kembar atau setidaknya kakak - adek.
Sama seperti dua bapak sepuh tadi, aku juga selalu bertemu dengan kedua bapak mirip ini kemanapun rute jalan pagiku.
Penasaranku berlipat - lipat pada kedua bapak yang mirip ini. Selain ingin tahu dimana tinggalnya juga ingin memastikan apakah benar mereka saudara kembar atau bukan.
Tapi, sepertinya itu gak penting. Jadi kuurungkan untuk bertanya.
(Posting : fb)

Komentar