Pempek Panggang

Gagal olga di pagi ini lantaran gerimis mengundang, maka aku pun membuat rencana baru.

Bergegas ke dapur. Menyiapkan bahan - bahan. Dan untuk kesekian kalinya aku akan kembali mencoba membuat pempek panggang.

Bukankah untuk mencapai sebuah keahlian, harus rajin berlatih dan tak perlu takut gagal? 😊.

Setelah sebelumnya mendapat 'wejangan' dari pakar 'ilmu kira - kira pake perasaan', aku mulai mencampur bahan - bahan yang diperlukan.

Walau belum begitu ahli, aku mencoba 'melibatkan' perasaan saat mulai mencampur adonan. Sedangkan 'ilmu kira - kira', aku abaikan. Karena aku tetap menggunakan timbangan dan gelas ukur untuk 'mendapat kepastian'. 😀.

Daaaann.. satu jam kemudian... taraaaaa... pempek panggang pun siap terhidang sebagai menu sarapan pagi.

Namun, dibutuhkan pendapat 'tester' tentang pempek panggang pagi ini...

"Pak, enak gak pempeknya?" Aku bertanya pada bapak. Ada nada 'memaksa' untuk menjawab 'enak'. 😊.

"Ini bikin sendiri?" Bapak malah balik bertanya.
Yaaaahhh.... begitulah bapak. Ditanya apa, malah bertanya balik. Tapi melihat beliau tampak menikmati, aku yakin banget pempek panggang kali ini sudah sesuai dengan seleranya.

Dan, ketika bertanya pada 'ahli' nya....

"Gimana, bu pempek panggangnya?"

"Ini enak, nih. Empuk. Gak keras kayak kemarin. Gigitnya juga gak alot," ibu memberi 'ulasan' panjang lebar.

Wow... senang sekali rasanya. Jadi terpikir untuk bereksperimen. Membuat pempek panggang dengan rasa kekinian.

Seperti rasa keju, green tea, daging asap, dan rasa yang pasti disuka banyak orang......... rasah tuku alias grateeeeesss.. 😂.

(Posting : fb)

Komentar

Postingan Populer