Demi
Jadi begini...
Setiap hari, ibu guru yang mendapat tugas untuk piket pagi, biasa datang ke sekolah pukul 7.45. Namun, sebelum waktu menunjukkan pukul itu, beberapa orang tua sudah hadir di sekolah untuk mengantarkan anaknya.
Menurut aturan yang sudah dibuat, para ortu harus tetap menunggui anaknya, sampai ibu guru tiba. Jadi, tidak boleh menitipkannya pada petugas kebersihan sekolah.
Karena tanggung jawab masing - masing berbeda. Petugas kebersihan tidak dibebani tanggung jawab untuk menjaga anak - anak.
.
Nah, kemudian.. beginilah yang terjadi...
Setiap kali aku sampai di sekolah, anak - anak yang sudah tiba duluan pasti akan bersorak senang.
"Hore! Aku menang. Bu Yayuk kalah. Aku datang duluan."
.
Ya iyalah.. kalian rajin banget datangnya..
Dan pagi ini, ketika aku muncul di mulut gang, terlihat Afif yang akan berangkat dengan diantar sang ibu.
Begitu melihatku, dia segera berlari menuju sekolah. Tujuannya pasti. Agar duluan sampai di sekolah. Menjadi pemenang. Dan mengalahkanku.
Maka, aku pun memperlambat jalannya kendaraan. Perlahan banget. Karena lari Afif pun tak begitu kencang. Padahal, berkendara dengan kecepatan sangat rendah, di jalan kampung seperti ini, malah bikin repot.
Tapi demi Afif jadi juara, yaa... dijalani ajah. Akhirnya ketika aku sampai juga di sekolah...
"Bu Yayuk kalaaaah. Aku menang!" Teriaknya senang.
Oklah, Nak. Apa, sih yang gak ibu lakukan untuk membuat kalian senang.
.
Pencitraan banget.
Setiap hari, ibu guru yang mendapat tugas untuk piket pagi, biasa datang ke sekolah pukul 7.45. Namun, sebelum waktu menunjukkan pukul itu, beberapa orang tua sudah hadir di sekolah untuk mengantarkan anaknya.
Menurut aturan yang sudah dibuat, para ortu harus tetap menunggui anaknya, sampai ibu guru tiba. Jadi, tidak boleh menitipkannya pada petugas kebersihan sekolah.
Karena tanggung jawab masing - masing berbeda. Petugas kebersihan tidak dibebani tanggung jawab untuk menjaga anak - anak.
Nah, kemudian.. beginilah yang terjadi...
Setiap kali aku sampai di sekolah, anak - anak yang sudah tiba duluan pasti akan bersorak senang.
"Hore! Aku menang. Bu Yayuk kalah. Aku datang duluan."
Ya iyalah.. kalian rajin banget datangnya..
Dan pagi ini, ketika aku muncul di mulut gang, terlihat Afif yang akan berangkat dengan diantar sang ibu.
Begitu melihatku, dia segera berlari menuju sekolah. Tujuannya pasti. Agar duluan sampai di sekolah. Menjadi pemenang. Dan mengalahkanku.
Maka, aku pun memperlambat jalannya kendaraan. Perlahan banget. Karena lari Afif pun tak begitu kencang. Padahal, berkendara dengan kecepatan sangat rendah, di jalan kampung seperti ini, malah bikin repot.
Tapi demi Afif jadi juara, yaa... dijalani ajah. Akhirnya ketika aku sampai juga di sekolah...
"Bu Yayuk kalaaaah. Aku menang!" Teriaknya senang.
Oklah, Nak. Apa, sih yang gak ibu lakukan untuk membuat kalian senang.
Pencitraan banget.
(Posting : fb)
Komentar