Rebutan
Di suatu pagi ...
"Anak - anak, silakan masukkan sepatu dan sandalnya. Boleh bawa masuk sepatu dan sandal ibu guru," ibu guru memberi perintah.
Anak - anak pun mulai mengambil sepatu dan sandalnya masing - masing. Meletakkan di rak yang sudah disediakan.
Tiba - tiba, ada keributan yang terdengar....
"Ini punyaku!" teriak Hasna.
"Aku yang bawa!" Tak kalah kenceng Tirta berteriak.
Keduanya memegang sandal milikku. Tarik menarik. Yang membuatku deg - degan. Bisa rusak, nih sandal satu - satunya. 😜.
"Hasna, Tirta, satu - satu ajah. Tirta sandal yang kanan. Hasna yang kiri," ibu guru memberi saran.
Sepertinya mereka menerima saran ini. Dan segera beranjak ke belakang untuk meletakkan sandalku di rak.
Namun saat sore tiba, aku kebingungan mencari sandalku. Karena satu berada di susunan rak paling atas. Sedangkan satunya lagi terselip di bagian bawah.
Sepertinya saran ibu guru tadi kurang. Seharusnya ditambahkan 'letakkan sandalnya berdampingan, ya'. Biar gak pusing mencari pasangannya. 😂.
"Anak - anak, silakan masukkan sepatu dan sandalnya. Boleh bawa masuk sepatu dan sandal ibu guru," ibu guru memberi perintah.
Anak - anak pun mulai mengambil sepatu dan sandalnya masing - masing. Meletakkan di rak yang sudah disediakan.
Tiba - tiba, ada keributan yang terdengar....
"Ini punyaku!" teriak Hasna.
"Aku yang bawa!" Tak kalah kenceng Tirta berteriak.
Keduanya memegang sandal milikku. Tarik menarik. Yang membuatku deg - degan. Bisa rusak, nih sandal satu - satunya. 😜.
"Hasna, Tirta, satu - satu ajah. Tirta sandal yang kanan. Hasna yang kiri," ibu guru memberi saran.
Sepertinya mereka menerima saran ini. Dan segera beranjak ke belakang untuk meletakkan sandalku di rak.
Namun saat sore tiba, aku kebingungan mencari sandalku. Karena satu berada di susunan rak paling atas. Sedangkan satunya lagi terselip di bagian bawah.
Sepertinya saran ibu guru tadi kurang. Seharusnya ditambahkan 'letakkan sandalnya berdampingan, ya'. Biar gak pusing mencari pasangannya. 😂.
(Posting : fb)
Komentar