Masakan Ibu
Sedari bayi sudah mengenal masakan ibu, membuat adek besar mengalami
'masalah' ketika tinggal berjauhan dari rumah. Alasannya jelas. Dia
tidak bisa lagi menikmati masakan ibu setiap hari. 😉.Aku ingat sekali. Satu bulan pertama sejak dia tinggal di lain kota, berat badannya turun drastis. Karena gak selera dengan masakannya.
Tentu saja kami, aku - ibu - mbak, senang sekali. Karena dia terlihat lebih ramping. Dan ibu sempat berkata, "Anang harus jauh - jauh dari ibu. Biar bisa kurus."
Karena masakan ibu dan kesukaan adek besar makan, adalah perpaduan yang sangat serasi. Tak heran bila apapun yang ibu masak, selalu habis disantapnya.
Begitu hafalnya dia dengan cita rasa masakan ibu hingga suatu hari ketika aku yang memasak, begini yang terjadi...
"Ini bukan ibu yang masak," kata si adek besar.
"Sudah dimakan ajah. Gak usah ribut," protesku.
"Ini pasti mbak yang masak. Rasanya beda," tebaknya yakin.
Aku diam saja. Sementara ibu hanya tersenyum.
Sambil masih mangkel - mangkel gimana gitu, aku berkata padanya, "Besok kalau punya istri, bisa stress dia. Kalau gak bisa masak seenak masakan ibu."
Dan kami tertawa bersama.
Semoga nanti istrinya juga pandai memasak. Biar gak dapet protes kayak mbaknya. 😂
(Posting : fb)
Komentar