Odong - Odong
Pagi hari...
Aku sering sekali bertanya apa saja pada anak - anak. Cenderung 'kepo'.
.
Tujuannya agar anak - anak terlatih untuk berbicara, mengungkapkan perasaan, menceritakan kembali pengalamannya. Intinya, melatih kemampuan berbahasa mereka. Yang ujungnya berakhir dengan... 'cerewet' kayak Bu Yayuk.
.
Dan inilah cerita hari ini...
"Mas Tsaqib tadi datang sendiri, ya?" Tanyaku pada Tsaqib.
"Iya. Aku cuma dianter ayah sampe jalan. Trus ke sekolahnya sendiri," cerita Tsaqib. "Aku sudah berani sekolah sendiri," tambahnya.
Jadi, sekolah tuh terletak di sebuah jalan kecil. Setiap hari, Tsaqib diantar sampai jalan besar. Kemudian orang tuanya menunggu sampai Tsaqib sampai sekolah, melalui jalan kecil yang terlihat dari jalan raya.
"Keren," ujarku seraya memberikan 2 jempol pada Tsaqib.
Tsaqib sudah mampu bercerita banyak. Menceritakan kembali apa yang pernah dialaminya.
Kemudian aku beralih lagi...
"Nathan, tadi ke sekolah naik apa?"
"Odong - odong," jawab Nathan dengan mata jenakanya.
Spontan aku tergelak. Dan mengakhiri sesi bertanya pada anak - anak.
Kapan nyampenya, ya kalau naik odong - odong ke sekolah?
.
Aku sering sekali bertanya apa saja pada anak - anak. Cenderung 'kepo'.
Tujuannya agar anak - anak terlatih untuk berbicara, mengungkapkan perasaan, menceritakan kembali pengalamannya. Intinya, melatih kemampuan berbahasa mereka. Yang ujungnya berakhir dengan... 'cerewet' kayak Bu Yayuk.
Dan inilah cerita hari ini...
"Mas Tsaqib tadi datang sendiri, ya?" Tanyaku pada Tsaqib.
"Iya. Aku cuma dianter ayah sampe jalan. Trus ke sekolahnya sendiri," cerita Tsaqib. "Aku sudah berani sekolah sendiri," tambahnya.
Jadi, sekolah tuh terletak di sebuah jalan kecil. Setiap hari, Tsaqib diantar sampai jalan besar. Kemudian orang tuanya menunggu sampai Tsaqib sampai sekolah, melalui jalan kecil yang terlihat dari jalan raya.
"Keren," ujarku seraya memberikan 2 jempol pada Tsaqib.
Tsaqib sudah mampu bercerita banyak. Menceritakan kembali apa yang pernah dialaminya.
Kemudian aku beralih lagi...
"Nathan, tadi ke sekolah naik apa?"
"Odong - odong," jawab Nathan dengan mata jenakanya.
Spontan aku tergelak. Dan mengakhiri sesi bertanya pada anak - anak.
Kapan nyampenya, ya kalau naik odong - odong ke sekolah?
(Posting : fb)
Komentar