Meleleh
"Bu Yayuk, ini Nathan. Dari tadi gangguin teman," lapor salah satu ibu guru padaku siang ini.
Nathan luar biasa! Sesiangan ini sudah membuat Chefi menangis, merebut mainan Fathir dan mengakui balok warna milik Atma.
Karena aku adalah 'ibu'nya, jadi harus turun tangan. Tanggung jawab.
.
Kuajak Nathan menjauh dari teman. Seperti juga yang biasa dilakukan ibu guru lainnya, aku duduk sejajar dengan Nathan yang berdiri di hadapanku. Mata kami dalam posisi yang sama tingginya. Kupegang kedua tangannya dan 'adegan' marah dimulai.
.
"Nathan, ibu sedih. Nathan sudah mengganggu teman. Nathan lihat. Temannya gak suka. Menangis. Karena mainannya Nathan ambil," aku berkata pada Nathan dengan memastikan bahasa tubuh, raut wajah dan tekanan kata menunjukkan bahwa aku sedih karena dia sudah mengganggu teman dengan sengaja. Tak lupa, aku menatap matanya.
Sedetik berlalu. Apa yang terjadi? Sungguh diluar perkiraanku.
Nathan mendekatkan wajahnya ke wajahku. Hingga hidung kami bersentuhan. Dan kemudian memelukku.
Ah, Bu Yayuk jadi meleleh. Nathan selalu bisa mengambil hati ibu guru.
.
Nathan luar biasa! Sesiangan ini sudah membuat Chefi menangis, merebut mainan Fathir dan mengakui balok warna milik Atma.
Karena aku adalah 'ibu'nya, jadi harus turun tangan. Tanggung jawab.
Kuajak Nathan menjauh dari teman. Seperti juga yang biasa dilakukan ibu guru lainnya, aku duduk sejajar dengan Nathan yang berdiri di hadapanku. Mata kami dalam posisi yang sama tingginya. Kupegang kedua tangannya dan 'adegan' marah dimulai.
"Nathan, ibu sedih. Nathan sudah mengganggu teman. Nathan lihat. Temannya gak suka. Menangis. Karena mainannya Nathan ambil," aku berkata pada Nathan dengan memastikan bahasa tubuh, raut wajah dan tekanan kata menunjukkan bahwa aku sedih karena dia sudah mengganggu teman dengan sengaja. Tak lupa, aku menatap matanya.
Sedetik berlalu. Apa yang terjadi? Sungguh diluar perkiraanku.
Nathan mendekatkan wajahnya ke wajahku. Hingga hidung kami bersentuhan. Dan kemudian memelukku.
Ah, Bu Yayuk jadi meleleh. Nathan selalu bisa mengambil hati ibu guru.
(Posting : fb)
Komentar