Bertahan

Dan inilah buku terakhir yang kubaca, dari sekian koleksi buku S. Mara Gd di rumah.

Karena buku terakhir, maka aku ingin memberikan 'sentuhan' spesial saat membacanya. 😜.

Kupilih kereta jurusan Jogja - Jakarta pp untuk membaca dan menyelesaikannya. Selain bisa untuk membunuh waktu, juga bisa lebih 'khusyuk'. Tidak mudah tergoda untuk membaca bagian akhir.

Yups.. karena ini buku terakhir, maka aku menguatkan hati, pikiran dan perasaan untuk tidak sekalipun membuka bagian akhir buku ini. Aku 'meniatkan' untuk membacanya mulai halaman pertama hingga akhir. 😊.

Ternyata... tidak mudah. Tak jarang, keinginan untuk segera mengetahui siapa pembunuh sebenarnya, tiba - tiba terbersit. Tapi aku coba mengalihkannya dengan bersungguh - sungguh membaca setiap kata dan mencernanya dalam - dalam.

Mencoba mengikuti alur pemikiran Gozali. Mengapa? Karena menurutku, selama ini Gozali lebih berperan banyak mengungkap siapa pembunuh sebenarnya dibandingkan Kapten Kosasih. (Menurutku lho, yaaa.. jadi gak perlu ada protes. 😁).

Hingga separuh buku, aku masih belum bisa menentukan siapa yang menjadi pembunuh sebenarnya. Tapi... semakin ke belakang, aku sudah mulai bisa menghubungkan setiap fakta yang berhasil dikumpulkan Kosasih dan Gozali.

Dan ketika pada penyergapan di rumah sakit, walau belum disebutkan, aku sudah bisa menebak siapa dalang dari semua pembunuhan itu. 😊.

Saat tebakan itu benar, senang sekali rasanya. Bukan saja karena tahu siapa pembunuh sebenarnya. Tapi juga karena aku bisa menjaga 'niat tulus' membaca dari awal hingga akhir. 😂.
 
(Posting : fb)

Komentar

Postingan Populer