Penasaran

Seusai makan siang, seperti biasanya, ibu guru akan membersihkan sisa - sisa makanan yang berserakan di lantai. Dan siang ini, aku sudah siap dengan kain pel dan pembersih lantai.

"Anak - anak, ibu mau ngapain?" aku bertanya pada anak - anak.

"Mau ngepel," serempak anak - anak menjawab.

"Boleh ke bawah gak?"
Lantai untuk anak - anak bermain dipisahkan sekitar 2 bata tingginya dari lantai yang akan kubersihkan.

"Gak boleh!"

"Kok gak boleh?"

"Licin. Nti kepleset." Tsaqib yang menjawab.

"Kejedug lantai." Giliran Hasna yang menyampaikan pendapatnya.

"Bisa jatuh." Kali ini Azka yang bersuara.

"Ok. Jadi, di atas dulu, ya."
Dan aku mulai membersihkan lantai. Tapi ......

"Yayuk, Kakak pernah kejedug," Fino bercerita.

"Oya? Kejedug apa?" aku bertanya sambil tetap meneruskan pekerjaanku.

"Trus jatuh"

"Sakit, ya? Memangnya Kakak kejedug apa?"

"Kakak gak nangis." Fino terus bercerita. Tanpa menjawab pertanyaanku.

"Keren dong. Kejedug apa, sih?" aku mengulangi pertanyaanku.

"Kakak Keren." Seru Fino seraya tersenyum dan mengacungkan jempolnya. 
Seperti yang sering kulakukan saat memberikan pujian. Untuk kemudian berlalu dari hadapanku, bermain lagi dengan temannya.

Trus? Kakak tuh kejedug apa? Ibu penasaran, nih........ 😂.

(Posting : fb)

Komentar

Postingan Populer