Terima Kasih





Karena kata - kata santun itu, harus diajarkan setiap hari. Setiap saat. Pada anak - anak. Kata - kata santun seperti maaf, permisi, terima kasih, tolong.

Dan ini ceritanya....

"Anak - anak, sebentar lagi waktunya makan. Sekarang mainannya dibereskan, ya."
Begitu bunyi pengumuman yang diberikan ibu guru siang ini.

Maka, serempak anak - anak berlomba membereskan mainan.
Hasilnya? Ada yang tercecer. Atau mainan terjatuh dari genggaman.

Tanpa sengaja, salah satu balok mainan Khalisa terjatuh dan mengenai jari kelingking kaki ibu guru.

Tahukah? Kejatuhan balok di ujung jari itu, sakitnya sampai ujung kepala. 😀. Baloknya ringan - ringan saja. Tapi bila terjatuh dari ketinggian sekitar 50cm dan mengenai ujung jari, sakitnya lumayan. 😁.

"Khalisa, baloknya kena kakinya ibu guru," kata salah satu ibu guru. Memberitahu Khalisa. "Sekarang Khalisa minta maaf dulu, ya," lanjut ibu guru.

Khalisa segera menghampiri ibu guru yang kejatuhan balok. Bersalaman, cium tangan dan berlalu.

"Khal, kalau baloknya mengenai teman atau ibu guru, bilangnya apa?" Ibu guru mengingatkan Khalisa untuk bilang 'maaf'.

Khalisa berbalik lagi. Menjabat tangan ibu guru dan berkata dengan tulus, "Terima kasih."

Ha? Kontan saja aku dan ibu guru yang mendengar, tersenyum lebar sekali.

Maksudnya, terima kasih sudah bersedia kejatuhan balok, Khal? 😅😅.
 
(Posting : fb)

Komentar

Postingan Populer