Mengungsi

Mbakku...

Situasi dan kondisi membuatnya harus bisa menjadi 'super mom' bagi kedua putrinya, keponakanku.

Seperti ini misalnya...

Sejak hampir 4 tahun ini, kedua keponakanku menuntut ilmu di sebuah pondok putri di daerah Ngawi.

Beberapa pekan sekali, mbak akan datang berkunjung. Menengok mereka. Kendaraan favoritnya, tentu saja bis jurusan Jogja - Surabaya.

Begitu banyak ceritanya dengan bis jarak jauh ini. Dari naik bis yang sopirnya gak kenal rem, karena selalu injak gas dalam kondisi apapun sampai salah naik jurusan bis. (Yang belakangan ini pernah kutuliskan ceritanya disini)😊.

Namun, sejak beberapa waktu lalu, mbak tidak lagi menggunakan bis. Karena atas 'restu dan ijin' bapak, mbak diperkenankan untuk berkendara sendiri tanpa pendamping. Menempuh jarak sekitar 115 km dari kota kami. 😊.

Bila dulu saat naik bis, mbak hanya membawa makanan kering untuk kedua putrinya, kali ini berbeda. Tidak hanya bahan makanan mentah, tapi juga kompor dan semua peralatan masak. Mulai dari panci, wajan, baskom dan masih banyak lagi.

Tak ketinggalan ember, segalon air minum, bantal, tikar, kasur dan lain - lainnya. .

Melihat begitu banyaknya barang bawaan, maka dengan tanpa dosa, aku bertanya padanya, "Berapa lama di Mantingan, mbak?"

Dengan ketus mbak menjawab, "Sepuluh hari!"

Maka dengan sungguh - sungguh aku memberinya saran, "Rumahnya dibawa ajah sekalian." 😂.

#ttdjyaaaa

(Posting : fb)

Komentar

Postingan Populer