Karya
Jadi... begini...
Hari Senin...
Ibu guru di kelas 3 - 4 tahun mengajak anak - anak untuk membuat kapal dari kulit semangka.
Diberi layar yang dibuat dari kertas. Ditempelkan di sebatang lidi. Kemudian ditancapkan dibagian tengah kulit semangka.
Tak lupa tali yang disambungkan dari ujung ke ujung kulit semangka. Maka terlihat mirip seperti sebuah kapal layar.
Hasil karya ini, boleh dibawa pulang. Untuk ditunjukkan pada kedua orang tua.
Hari Selasa..
Sore hari, saat menjemput Khalisa, sang mama bercerita..
"Bu, kemarin kapalnya jatuh di jalan," begitu sang mama mengawali.
"Oya? Trus gimana, Ma?" Tanyaku antusias. Aku biasa memanggil wali murid perempuan, seperti panggilan anak - anak kepada mereka.
"Heboh, bu," jawab sang mama dengan muka kecut.
Hhmmm aku langsung mereka - reka. Kehebohan yang seperti apa yang dilakukan Khalisa.
Maka, beginilah cerita lengkapnya...
.........
Saat pulang, kapal yang dipegang Khalisa, terjatuh di jalanan yang ramai. Khalisa keukeuh minta sang mama untuk berhenti dan mengambil kembali kapalnya.
Maka, diantara kendaraan yang ramai berseliweran, sang mama berusaha 'menyelamatkan' kapal milik Khalisa. Tapi apa daya, kapal dari kulit semangka itu rusak akibat terlindas roda kendaraan. Tak berbentuk lagi.
Tapi Khalisa tetap ngotot untuk membawa pulang kapal semangkanya. Yang sudah hancur terbagi 3. Karena dia ingin memamerkannya pada ayah dan kakak.......
Aahhh..... Khalisa begitu menghargai karyanya. Sekalipun sudah tak berbentuk lagi. 😍.
Hari Senin...
Ibu guru di kelas 3 - 4 tahun mengajak anak - anak untuk membuat kapal dari kulit semangka.
Diberi layar yang dibuat dari kertas. Ditempelkan di sebatang lidi. Kemudian ditancapkan dibagian tengah kulit semangka.
Tak lupa tali yang disambungkan dari ujung ke ujung kulit semangka. Maka terlihat mirip seperti sebuah kapal layar.
Hasil karya ini, boleh dibawa pulang. Untuk ditunjukkan pada kedua orang tua.
Hari Selasa..
Sore hari, saat menjemput Khalisa, sang mama bercerita..
"Bu, kemarin kapalnya jatuh di jalan," begitu sang mama mengawali.
"Oya? Trus gimana, Ma?" Tanyaku antusias. Aku biasa memanggil wali murid perempuan, seperti panggilan anak - anak kepada mereka.
"Heboh, bu," jawab sang mama dengan muka kecut.
Hhmmm aku langsung mereka - reka. Kehebohan yang seperti apa yang dilakukan Khalisa.
Maka, beginilah cerita lengkapnya...
.........
Saat pulang, kapal yang dipegang Khalisa, terjatuh di jalanan yang ramai. Khalisa keukeuh minta sang mama untuk berhenti dan mengambil kembali kapalnya.
Maka, diantara kendaraan yang ramai berseliweran, sang mama berusaha 'menyelamatkan' kapal milik Khalisa. Tapi apa daya, kapal dari kulit semangka itu rusak akibat terlindas roda kendaraan. Tak berbentuk lagi.
Tapi Khalisa tetap ngotot untuk membawa pulang kapal semangkanya. Yang sudah hancur terbagi 3. Karena dia ingin memamerkannya pada ayah dan kakak.......
Aahhh..... Khalisa begitu menghargai karyanya. Sekalipun sudah tak berbentuk lagi. 😍.
(Posting : fb)
Komentar