Aturan

Aturan main yang dikenalkan pada anak - anak selama ini di sekolah adalah ketika akan mengambil mainan lain, maka mainan sebelumnya dikembalikan dulu ke tempatnya.

Aturan ini 'dikumandangkan' setiap hari setiap saat. Tapi... Pastinya... Tetap saja ada yang 'lupa' dan membiarkan mainannya berserakan. Sementara si anak sudah main lagi dengan mainan lainnya. 😊.

Salah satu anak yang sering 'lupa' adalah Nathan... Dan beginilah jadinya..

Di suatu pagi yang mulai beranjak siang, aku melihat sekeranjang pasang bongkar yang sebagian isinya berserakan. Tak ada satu anak pun disekitar mainan ini.

"Maaf, ya Nak. Ini pasang bongkar siapa?" Aku bertanya dengan menaikkan nada setengah oktaf. Maklumlah, aku harus mengalahkan suara lainnya agar anak - anak dapat mendengar suaraku. 😉

"Aku gak tahu," sebuah suara menyahut.

"Aku juga gak tahu," suara lainnya terdengar.

"Bukan punyaku," sebuah jawaban dari ujung sana.

"Lha? Trus ini punya siapa dong?" Tanyaku lagi.

"Itu punya Nathan, Bu Yayuk," akhirnya salah satu ibu guru memberitahu.

"Ha? Lha itu Nathan lagi main balok," jawabku sambil menunjuk ke arah Nathan yang berada di dekat rak balok warna.

"Biasa khan, Bu. Silakan ibunya turun tangan," ibu guru menjawab seraya tersenyum.

Waduh...!! Sebagai 'ibu'nya, kudu tanggung jawab, nih. 😊.

Maka mulailah proses bujuk rayu, agar Nathan membereskan mainannya. Daaaaaannn.... itu butuh waktu luaaaama. 😀. Ujian sabar, nih.

Ini kali yang namanya 'anak polah ibu kepradah'. #maksa 😂.

(Posting : fb)

Komentar

Postingan Populer