Apron
Entah kapan tepatnya, tapi seingatku, sejak aku mulai suka membantu ibu
memasak, maka aku mulai memakai apron alias celemek saat masuk ke dapur.
Alasan pertama, karena aku tidak mau bajuku jadi kotor atau basah saat beraktivitas di dapur.
Selain itu, aku tidak perlu repot cari lap kalau tanganku basah. Tinggal dilap saja di celemek. 😁
Atau juga ketika butuh mengangkat sesuatu yang panas, aku bisa segera menggunakan celemek yang sudah melekat di badan.
Intinya... celemek jadi sesuatu yang penting banget saat aku ada di dapur.
Celemek pertama yang kupakai adalah hasil jahitan ibu. Yang saat itu menang lomba di acara kartini - an di komplek perumahan. Warnanya biru kembang - kembang kecil. 😊.
Seiring waktu, celemekku beragam dan semua hasil karyaku sendiri. Bahannya kudapat dari sisa - sisa kain yang tersimpan di rumah.
Kebetulan, aku sering menjahit baju sendiri. Sehingga sisa kain yang dipakai untuk membuat celemek, beraneka ragam. Bahan yang biasanya tinggal sedikit. Disambung sana - sini. Hingga akhirnya menjadi celemek aneka warna. 😀.
Satu - satunya celemek yang bukan hasil karyaku adalah celemek keren pemberian adik sepupuku. Saat itu dia baru pulang dari tugas belajarnya di Australia. Sekitar 3 tahun lalu.
Aku senang sekali menerima pemberiannya ini. Celemek bergambar hewan khas negri Kangguru ini, aku simpan baik - baik. Di lemari. Terbungkus plastik rapi.
Hingga suatu hari ibu melihatnya dan berkata, "Celemeknya mau di laminating? Kok gak pernah dipakai?"
Aku tertawa berderai mendengar sindiran ibu. Daaan... buru - buru mengeluarkannya dari lemari untuk kupakai.
Ah, ibu.... kayak gak tahu ajah. Kalau celemeknya di eman - eman.. 😀.
Alasan pertama, karena aku tidak mau bajuku jadi kotor atau basah saat beraktivitas di dapur.
Selain itu, aku tidak perlu repot cari lap kalau tanganku basah. Tinggal dilap saja di celemek. 😁
Atau juga ketika butuh mengangkat sesuatu yang panas, aku bisa segera menggunakan celemek yang sudah melekat di badan.
Intinya... celemek jadi sesuatu yang penting banget saat aku ada di dapur.
Celemek pertama yang kupakai adalah hasil jahitan ibu. Yang saat itu menang lomba di acara kartini - an di komplek perumahan. Warnanya biru kembang - kembang kecil. 😊.
Seiring waktu, celemekku beragam dan semua hasil karyaku sendiri. Bahannya kudapat dari sisa - sisa kain yang tersimpan di rumah.
Kebetulan, aku sering menjahit baju sendiri. Sehingga sisa kain yang dipakai untuk membuat celemek, beraneka ragam. Bahan yang biasanya tinggal sedikit. Disambung sana - sini. Hingga akhirnya menjadi celemek aneka warna. 😀.
Satu - satunya celemek yang bukan hasil karyaku adalah celemek keren pemberian adik sepupuku. Saat itu dia baru pulang dari tugas belajarnya di Australia. Sekitar 3 tahun lalu.
Aku senang sekali menerima pemberiannya ini. Celemek bergambar hewan khas negri Kangguru ini, aku simpan baik - baik. Di lemari. Terbungkus plastik rapi.
Hingga suatu hari ibu melihatnya dan berkata, "Celemeknya mau di laminating? Kok gak pernah dipakai?"
Aku tertawa berderai mendengar sindiran ibu. Daaan... buru - buru mengeluarkannya dari lemari untuk kupakai.
Ah, ibu.... kayak gak tahu ajah. Kalau celemeknya di eman - eman.. 😀.
(Posting : fb)

Komentar