Gak Habis Pikir
Ini....cerita tentang mbak. Mbakku. Satu - satunya... 😊.Sebagai seorang anak, mbak tahu sekali bagaimana menunjukkan baktinya pada ibu dan bapak. Dan dia memberikan contoh baik pada kami, adek - adeknya.
Sebagai seorang kakak, mbak tahu kapan harus menyediakan hati, telinga, tenaga dan pikirannya untuk aku dan adek besar. Dan dia juga paling tahu kapan saat yang tepat untuk memarahi kami. .
Sebagai orang tua, mbak menempatkan kepentingan kedua putrinya diatas kepentingannya sendiri. Dia menjadi ibu sekaligus bapak bagi kedua keponakan cantik.
Tapi sebagai manusia biasa, mbak juga tidak sempurna.
Misalnya, seperti ini.....
"Nyampe mana, mbak?"
Aku bertanya melalui sebuah pesan singkat. Saat itu, mbak tengah dalam perjalanan pulang menuju Jogja. Sebelumnya dia berziarah ke makam kakak iparku. Suaminya.
"Nyampe Klaten."
Jawabannya masuk beberapa saat kemudian.
Ha? Bagaimana bisa kereta Jakarta - Yogyakarta bisa kebablasan sampai Klaten?
Aku dan adek besar pun sempat 'ribut'. Karena aku mengiranya telah salah membelikan tiket untuk mbak.
Tapi untunglah tak lama kemudian pesan singkatnya kami terima.
"Salah ding. Nyampe Kebumen. Tadi salah liat."
Fuih... syukurlah. Gak jadi kebablasan. .
Lain waktu....
"Mbak, jemput mbak Ip di ring road. Tadi mbak Ip salah naik bis."
Suara adek besar terdengar di ujung telpon. Saat itu aku masih dalam perjalanan pulang setelah mengantar mbak ke terminal. Dia akan mengunjungi kedua putrinya yang tengah belajar di sebuah pondok, di daerah Ngawi.
"Kok bisa?"
Pertanyaan yang tak menemukan jawaban segera. Karena aku tak dapat menghubungi mbak. Berita aku terima dari adek besar yang tinggal di lain kota.
Tak terbayangkan di jaman secanggih ini, komunikasi bisa ribet juga. 😝.
Maka jadilah sekitar 30 menit itu komunikasi segitiga terjadi antar 3 orang di 2 kota yang berlainan. Menjadi 'mendebarkan' karena saat itu malam hari dan aku tidak tahu lokasi tepatnya mbak berada.
Hingga beberapa waktu kemudian...
"Mbak Yay pulang ajah. Mbak Ip sudah nyampe terminal lagi."
Pesan singkat adek besar aku terima. Alhamdulillah. Lega.
Tapi masih tetap penasaran. Maka ketika aku sudah bisa menghubungi mbak lagi, aku tanyakan hal ini.
Jawabannya sungguh membuat......gimana, ya? Gak habis pikir gitu. .
"Kondekturnya salah tuh. Waktu mbak tanya, 'langsung, Pak?', dia jawab, 'iya langsung, Bu'. Ternyata langsung ke Purwokerto. Bukan Surabaya."
Hadegh... sejak kapan ada bis jurusan Jogja - Langsung. .
Dan sejak itu, setiap kali akan pergi ke Ngawi, aku selalu mewanti - wanti mbak untuk tidak bertanya, 'langsung' pada kondektur bis. Khawatir nyasar. 😂.
Jogja, 31 Juli 2017.
Selamat ulang tahun mbakku, Prihatini Purwanti Kosasih..
Semoga Allah berikan kesehatan, kebahagiaan.
Diberi usia yang barokah, umur panjang.
Jadi ibu paling keren buat Nana - Hana. Dan pastinya... lurah Bapenta paling gaul. .
Barakallah.... 😍
Komentar