Banyak Anak
Salah satu ibu guru jatuh sakit. Sehingga hari ini aku dan ibu guru lainnya berbagi tugas.
Aku kebagian main dengan Nathan. Kenapa? Khan 'ibu'nya. Sebelumnya, aku berpesan pada Khalisa dan Hasna..
"Kakak Hasna, Khalisa, mainnya baik - baik, ya. Gak pake marahan. Ibu mo main sama dek Nathan."
Hasna mengangguk. Khalisa menjawab, "He eh." Khas Khalisa.
5 menit berlalu, hanya 5 menit saja, terdengar tangisan Hasna. Penyebabnya? Khalisa 'menguasai' mainan yang mereka ambil bersama.
.
Pesan untuk 'main baik - baik' pun telah dilanggar. Sehingga ibu guru memisahkan mereka berdua. Selesaikah masalahnya?
Untuk Hasna, iya. Tapi tidak untuk Khalisa. Karena mainannya dilempar - lempar. Pertanda dia marah dan tidak berkenan dipisahkan dengn 'kakak' nya.
Akhirnya... memang harus 'ibu'nya yang turun tangan. 😊.
"Khal, kita baca buku ajah, yok," ajakku untuk mengalihkan kemarahannya.
Tanpa berkata, Khalisa langsung membereskan mainan yang tadi dilempar - lemparkan dan beranjak mengambil buku cerita pilihannya.
Jadilah tangan kananku memegang buku. Tangan kiri memeluk Nathan dan Khalisa menyandarkan kepalanya di tangan kiriku.
Melihat adegan ini, salah satu ibu guru berseloroh, "Bu Yayuk kebanyakan anak. Jadi repot."
Aku pun tergelak. Bukankah banyak anak banyak rejeki? 😉.
Aku kebagian main dengan Nathan. Kenapa? Khan 'ibu'nya. Sebelumnya, aku berpesan pada Khalisa dan Hasna..
"Kakak Hasna, Khalisa, mainnya baik - baik, ya. Gak pake marahan. Ibu mo main sama dek Nathan."
Hasna mengangguk. Khalisa menjawab, "He eh." Khas Khalisa.
5 menit berlalu, hanya 5 menit saja, terdengar tangisan Hasna. Penyebabnya? Khalisa 'menguasai' mainan yang mereka ambil bersama.
Pesan untuk 'main baik - baik' pun telah dilanggar. Sehingga ibu guru memisahkan mereka berdua. Selesaikah masalahnya?
Untuk Hasna, iya. Tapi tidak untuk Khalisa. Karena mainannya dilempar - lempar. Pertanda dia marah dan tidak berkenan dipisahkan dengn 'kakak' nya.
Akhirnya... memang harus 'ibu'nya yang turun tangan. 😊.
"Khal, kita baca buku ajah, yok," ajakku untuk mengalihkan kemarahannya.
Tanpa berkata, Khalisa langsung membereskan mainan yang tadi dilempar - lemparkan dan beranjak mengambil buku cerita pilihannya.
Jadilah tangan kananku memegang buku. Tangan kiri memeluk Nathan dan Khalisa menyandarkan kepalanya di tangan kiriku.
Melihat adegan ini, salah satu ibu guru berseloroh, "Bu Yayuk kebanyakan anak. Jadi repot."
Aku pun tergelak. Bukankah banyak anak banyak rejeki? 😉.
(Posting : fb)
Komentar