Ikan Paus
Saat bermain, tak jarang anak - anak melakukan monolog. Menjadikan
mainannya seolah - oleh obyek yang dapat berbicara. Mirip dalang yang
memainkan wayangnya.
Seperti Khalisa....
Pagi ini Khalisa bermain balok warna. Awalnya main bersama Hasna. Namun kemudian keduanya main secara berdampingan.
Khalisa memegang balok warna di kedua tangannya. Dan mulai melakukan monolog..
"Ini mama. Mama makan ikan paus," giat tangannya menggerakkan balok warna di tangan kanan.
Makan ikan paus? Pasti nangkepnya susah, tuh. Ikan paus khan gede. (Ibu guru bisik - bisik di belakang).
.
"Ini ayah. Ayah kecemplung kolam. Jadi ikan," gantian balok di tangan kirinya yang menjadi obyek cerita.
Ha? Mosok cuma gara - gara kecemplung kolam, bisa jadi ikan, sih? (Ibu guru sudah gak bisa lagi menahankan tawa).
Khalisa memang paling bisa mengarang cerita.
.
Seperti Khalisa....
Pagi ini Khalisa bermain balok warna. Awalnya main bersama Hasna. Namun kemudian keduanya main secara berdampingan.
Khalisa memegang balok warna di kedua tangannya. Dan mulai melakukan monolog..
"Ini mama. Mama makan ikan paus," giat tangannya menggerakkan balok warna di tangan kanan.
Makan ikan paus? Pasti nangkepnya susah, tuh. Ikan paus khan gede. (Ibu guru bisik - bisik di belakang).
"Ini ayah. Ayah kecemplung kolam. Jadi ikan," gantian balok di tangan kirinya yang menjadi obyek cerita.
Ha? Mosok cuma gara - gara kecemplung kolam, bisa jadi ikan, sih? (Ibu guru sudah gak bisa lagi menahankan tawa).
Khalisa memang paling bisa mengarang cerita.
(Posting : fb)
Komentar