Perjuangan
Disini, saat matahari masih malu - malu mengeluarkan sinarnya....
Setiap bulan datang pagi - pagi ke sini untuk ambil antrian berobat agar dapat nomer paling kecil, membuat aku bertemu dengan orang - orang dari 4 penjuru arah mata angin.
Ada banyak cerita tentang 'perjuangan' mereka untuk mendapatkan nomer antrian paling kecil.
Disuatu masa kemarin, aku bertemu dengan sepasang suami istri. Mereka berasal dari arah mata angin sebelah Utara kota ini. Datang dengan menggunakan travel dan sampai di rs pukul 3 dini hari. Mereka meminta ijin pada satpam agar diperbolehkan istirahat di lobi rumah sakit sambil menunggu loket antrian dibuka.
Kali lain, aku bertemu dengan seorang ibu yang datang dari arah mata angin Selatan. Yang lebih jauh lagi. Karena kanker yang diderita sang anak, membuat mereka harus sering - sering 'menyambangi' rumah sakit untuk memeriksa kondisi kesehatan sang anak.
Berbeda lagi dengan pasangan suami istri yang selalu aku temui setiap bulan karena jadwal kontrol dokternya yang sama. Walaupun tinggal di kota ini, mereka tetap datang pagi - pagi sekali. Sebelum subuh. Setiap kali bertemu, aku selalu mendapatkan keduanya sedang membuka bekal sarapan dari rumah. Makan bersama di lobi rs. Layaknya piknik keluarga.
Dan masih banyak cerita 'perjuangan' lainnya yang kutemui disini. Dan itu, membuat aku merasa jauh lebih baik. Walau harus datang saat matahari belum nongol, tapi setidaknya aku tidak perlu bermalam. Tak perlu dengan berkendara yang jauh.
Dan kita memang harus sering - sering membuka mata, hati dan telinga, agar mampu terus mensyukuri karuniaNya. Sehingga tidak selalu merasa menjadi orang paling sengsara sedunia.
Semangat pagi!! Mari awali hari dengan berterima kasih padaNya.
(Posting : fb)

Komentar