Bumbu

Tiga puluh hari kita berpisah. Tiga puluh hari pula usia kita bertambah. Ketemu lagi di sini. 😀

Kayaknya baru kemarin, ternyata sudah harus ada di sini lagi. Dan selalu ada cerita saat menunggu disini. Tentu saja cerita yang menyenangkan. Tidak selalu khan berada di sini itu berarti menyedihkan. 😊.

Menunggu yang lama, membuat aku harus melakukan sesuatu agar yang lama itu menjadi sebentar. Dan yang paling sering kulakukan adalah ngobrol. Dengan sesama pengantri atau pasien. Yang belum pernah kulakukan adalah ngobrol dengan perawat atau dokter. 😜.

Ada saja bahan obrolan yang kudapatkan. Dari cerita tentang penyakit. Suka - duka ngurus surat - surat untuk berobat. Juga pengalaman unik saat mengobati suatu penyakit. Bahkan soal remeh temeh yang gak ada hubungannya dengan obat dan penyakit. 

Tapi diantara semua obrolan itu, mungkin obrolan ini yang menjadi paling gak penting dan gak mutu yang pernah aku ikuti. 😄.

Ceritanya... Disuatu saat sambil menunggu antrian, aku ngobrol dengan 2 orang ibu. Setelah ngobrol tentang penyakit dan seputar itu, obrolan beralih ke soal masak memasak.

Ibu A suka memasak dengan bumbu yang di ulek. Lebih enak. Karena ada 'bau' tangannya.
Sedangkan ibu B, lebih suka memasak dengan bumbu yang di blender. Lebih praktis. Gak perlu repot. Tinggal tekan tombol, bumbu sudah halus.

Lalu, apa yang terjadi? 

Mereka 'ribut' mempertahankan pendapat masing - masing tentang mana yang lebih enak masakannya. Antara masakan dengan bumbu ulek dan bumbu blender. Sementara aku yang berada di tengah mereka cuma bisa nyengir kuda sambil mbathin, 'Ini gak penting banget, deh.'

Hingga akhirnya, mereka bertanya tentang pendapatku. Aku bingung mau jawab apa. Masalahnya, aku kalau masak pake bumbu yang di iris. 😀. Bisa tambah rame nanti kalau aku ikutan berpendapat.

Tapi untunglah nomer antrianku dipanggil, sehingga aku tidak perlu berlama - lama dalam situasi ini.
Sambil beranjak, aku berkata pada mereka, "Semua enak kok, Bu. Yang gak enak itu kalau masak gak pake bumbu." 

Dan kemudian aku pun berlalu. Meninggalkan mereka berdua yang tertawa berderai. 😅😅.
Selamet... Selamet..

(Posting : fb)

Komentar

Postingan Populer