Putri
Hari ini, ibu guru menggarap secara serius sentra peran. Skenario
terbaik disiapkan. Tak lupa juga properti pendukung dan aksesoris yang
akan digunakan anak - anak, sesuai dengan perannya.
Kali ini ibu guru hanya terlibat sebagai pengarah dialog. Sedangkan semua peran dilakukan oleh anak - anak.
Lakonnya 'Putri dan Nenek Sihir'. Seusai pentas, langsung ditayangkan di saluran televisi sekolah. Dan anak - anak memainkan perannya dengan baik. Ibu guru menilai sentra peran berjalan sukses.
Tapi, tentu saja tetap terselip tawa diantaranya, seusai pementasan.
"Aku mau itu," kata Azka sambil menunjuk 'sayap' yang dikenakan Maica yang berperan sebagai Nenek Sihir.
Ibu guru pun melepaskan 'sayap' Maica untuk dipinjamkan ke Azka.
"Gak mau," tukas Azka saat dikenakan 'sayap' di punggungnya.
"Azka mau apa?" Tanya ibu guru bingung.
"Mau jadi putri," jawabnya mantap.
Tentu saja ditolak mentah - mentah oleh semua ibu guru. Karena Azka harusnya jadi pangeran. Bukan putri. 😛.
(Posting : fb)
Komentar