Helm Baru

Hampir 1 tahun aku menggunakan sepeda ke sekolah. Tapi selama itu hanya bersepeda saja. Tanpa menggunakan perlengkapan apapun. Masker penutup hidung dan mulut pun baru mulai kugunakan saat ada erupsi Merapi yang terjadi di kotaku. Hingga akhirnya selalu kupakai sampai saat ini. Sedangkan helm, aku belum memakainya.

Ada beberapa alasan mengapa aku belum menggunakan helm saat bersepeda. Yang paling utama adalah rasa 'aneh'ku melihat bentuk helm sepeda. Meluncur lurus ke depan. Bentuk yang bisa membuatku tertawa geli melihatnya. Tak terbayang ketika aku harus memakai helm dengan bentuk yang aneh ini. Pasti akan terlihat lucu.


Selain itu, aku merasa belum perlu memakai helm saat bersepeda. Karena di kotaku ada banyak orang yang bersepeda tanpa menggunakan helm. Karena memang helm tidak wajib bagi pengendara sepeda. Memiliki helm sepeda juga akan membawa keribetan tersendiri. Berbeda dengan motor yang memiliki tempat kaitan khusus untuk helm, pada sepeda, yang seperti itu tidak ada. Jadi, bila aku harus singgah untuk suatu keperluan, rasanya jadi repot sendiri untuk meletakkan helm.


Namun semakin kesini, aku semakin merasa bahwa aku perlu memakai helm saat bersepeda. Keamanan dan keselamatan. Itu faktor utama yang terpikirkan olehku. Sepeda yang kugunakan adalah sepeda dengan tenaga batre aki. Sehingga aku dapat melaju kencang melebihi sepeda biasa. Dengan kecepatan yang seperti itu, bila sewaktu - waktu aku terjatuh, (aku memohon pada Allah agar hal ini tidak pernah terjadi) tidak ada pelindung kepalaku sama sekali. Padahal kepala adalah 'komputer'ku. Bila terjadi sesuatu dengan kepalaku, tak terbayang seperti apa jadinya.


Pemikiran seperti ini yang membuatku merasa perlu untuk segera memakai helm saat bersepeda. Maka sekitar 3 bulan yang lalu, aku pun mulai mencari helm. Ternyata ada banyak ragam bentuk helm. Tidak hanya seperti bentuk yang membuatku tertawa geli saat melihatnya. Setelah melihat - lihat, aku pun menentukan satu pilihan. Helm yang menurutku bentuknya bagus. Ketika di pakai modis dan gak bakal bikin aku grogi. Aku pun melihat label harga yang tertempel di helm tersebut. Dan.....betapa terkejutnya aku. Ternyata helm sepeda begitu mahalnya bagiku. Lebih mahal dari pada helm motor!! Aku pun mengurungkan niat untuk membelinya. Menabung dulu.


Hingga akhirnya kemarin, tabunganku pun sudah cukup untuk membeli helm sepeda yang kuinginkan. Dengan berharap harganya tidak naik, aku pun mampir ke toko sepeda saat pulang sekolah. Ketika melihat harga yang tertera tidak berubah, aku pun menarik napas lega. Dan sebuah helm cantik kini menjadi milikku. Menemaniku bersepeda ke mana saja.

Komentar

Postingan Populer