Semakin 'Ahli'

Aku merasa, semakin kesini, semakin sedikit protes yang kuterima, yang berhubungan dengan hasil masakanku. Mungkin karena aku sudah mulai bisa menyerap ilmu memasak yang diberikan ibu. Sehingga rasa masakan yang kubuat sudah mirip dengan rasa masakan yang diracik ibu.


Aku ingat, saat awal aku pulang kembali ke rumah, bila aku menghidangkan hasil masakanku, si Bontot selalu bilang 'rasanya aneh' atau 'kurang asin' atau komentar lain yang sejenis. Yang intinya tetap sama saja. 'Gak enak!!'


Aku terbiasa tidak memasukkan ke hati komentarnya ini. Karena memang seperti itulah si Bontot. Lidahnya sudah terkena sihir masakan ibu. Jadi masakan yang berbeda, pasti di komentarinya. Namun, aku tidak tinggal diam. Ketika di dapur, menjadi 'asisten' ibu saat memasak, aku belajar sedikit demi sedikit cara ibu mengolah bahan makanan. Dan dari hasil belajar itu, aku sekarang bisa membuat masakan yang 'gak biasa'. Membuat bakso, nugget, sudah bisa kulakukan. Sehingga tidak perlu lagi membeli bakso siap masak yang ada di supermarket.


Selain itu, aku juga belajar meracik bumbu masakan agar rasanya sama atau paling tidak hampir sama dengan rasa masakan yang di olah ibu. Hasilnya, di hari libur, menjadi bagianku menyiapkan sarapan pagi. Dan tak ada lagi komentar yang aneh - aneh tentang hasil masakanku.


Perlahan namun pasti, aku pasti bisa membuat banyak masakan seperti ibu.

Komentar

Postingan Populer