Pilih

Untuk pertemuan keluarga kali ini, tampaknya sie acara benar - benar bekerja keras untuk menyiapkan banyak games. Dan tidak biasa.

Salah satu games untuk gen 1 adalah memasukkan benang dalam jarum.  Games yang menantang dalam artian sesungguhnya. Karena beliau - beliau yang rata - rata berusia diatas 60 tahun harus berlomba memasukkan benang ke dalam lubang jarum. Lubang yang kadang tak terlihat karena sudah rabun.

Tak heran bila kemudian datang 'protes' silih berganti atas games yang 'menyiksa' mata ini. Tapi acara tetap harus berjalan. 😁.

Masing - masing para lansia ini diminta untuk mengambil jarum dan benang. Tiba pada giliran bapak...

"Pakde minta jarum yang lubangnya besar. Biar mudah memasukkan jarumnya," pinta bapak pada adek sepupu yang menyiapkan kelengkapan games.

"Gak bisa pakde. Jarumnya harus yang ini," jawab adek sepupu seraya menunjukkan jarum yang lubangnya kecil.

"Gak. Pakde mau yang itu aja," bapak berkata sambil menunjuk jarum yang memiliki lubang paling besar.

Dengan 'terpaksa', si adek memberikan jarum seraya berkata, "Gak berani nolak. Soalnya yang paling sepuh."

Kami yang mendengarkan 'keluhannya', sontak tertawa bersama karena tahu apa yang dimaksudkannya.

Jadi, kakak ibu dan istrinya, alias pakde dan budeku, sudah meninggal dunia. Sehingga dalam hierarki keluarga saat ini, bapak menjadi yang paling sepuh. Karena bapak adalah suami ibu, anak kedua mbah kakung putri. 😊.

Lalu bagaimana gamesnya? Siapa yang jadi pemenang?

Tentu saja bapak. Karena lubang jarumnya 'segede gaban'. Jadi... kecurangan terlihat lagi khan? 🤣.


Komentar

Postingan Populer