Manis


Datang dari berbagai kota, pastinya masing - masing akan membawa buah tangan untuk dinikmati saat kumpul. Begitulah yang terjadi saat acara keluarga di Tawangmangu. 

Ada lumpia Semarang, gebleg Kulonprogo, dimsum lumer, jadah, ubi cilembu, kemplang Lampung dan masih banyak lagi.

Saat bebakaran, tak hanya seafood yang dipanggang, ubi cilembu pun masuk dalam daftar makanan yang dipanggang dan dinikmati dalam hawa dingin di kaki gunung Lawu.

"Apaan inj, mbak?" Tanya adek sepupu ketika melihat aku tengah meletakkan ubi cilembu dipiring saji.

"Ubi cilembu," jawabku.

"Cobain, ah," ujarnya seraya mengambil satu potong dan menyantapnya.

"Wah, enak nih. Manis. Gak kayak di Lampung. Ubinya kayak ubi biasa," jelasnya

"Oiya? Sama dong kayak di Jogja," timpalku. "Mungkin karena dibawa jalan, manisnya jadi hilang," aku mulai ngarang.

"Apalagi ke Lampung, mbak. Lewat laut, manisnya bercampur dengan air laut," tambahnya.

Kami tertawa bersama...se-ngasal itu.. yang membuat acara kumpul jadi seru.. 😆.

Komentar

Postingan Populer