Kok?

Disebuah percakapan grup WA sie konsumsi...

"Besok yang bakar - bakar jadinya siapa?" Tanya mbak sepupu yang didapuk sebagai koordinator.

"Masa kita, sih?" Adek sepupu menjawab.

"Aku gak mau, ya. Bau asap," yang lain menuliskan.

"Apalagi diriku. Tak pandailah bakar - bakar," balasku asal - asalan.

"Paling pas, tuh bapak - bapak. Sudah yang paling ahli," datang usulan baru.

"Sekalian para bujang. Jadi kita tinggal duduk manis," adek sepupu yang lainnya ngomporin.

Dan saat acara bebakaran di Tawangmangu, ternyata tak perlu repot meminta para bapak dan anak bujang untuk turun tangan. Karena mereka langsung datang mendekat saat terlihat sie konsumsi sudah menyiapkan ubo rampe bebakaran.

Silih berganti para sepupu dan keponakan memanggang sea food dan aneka bahan bebakaran. Hingga akhirnya ketika tersisa beberapa lobster dan udang, bukan lagi gen 2 yang berjibaku didepan panggangan. Tapi Om dan bulekku. 🤭. Kalau seperti ini, tampaknya sie konsumsi harus terlihat sibuk juga. Biar gak malu - malu amat sama gen 1. 😂


Komentar

Postingan Populer