No!!

TULISAN PERTAMA

Saat masih bermain bersama anak - anak, salah satu 'diskusi' yang sering dilakukan ibu Guru bersama orang tua adalah tentang kebiasaan anak - anak untuk makan dengan melihat hp atau menonton tayangan ditelevisi ketika dirumah.. Sebuah kebiasaan yang tidak pernah ibu Guru ajarkan di sekolah.

Saat makan siang di sekolah, anak - anak dibiasakan untuk duduk melingkari meja makan. Ketika ada yang berlari atau berjalan kesana kemari, ibu Guru akan menuntunnya kembali ke tempat duduk. Begitu terus.  Hingga akhirnya si anak sadar dengan sendirinya bahwa makan harus dengan duduk.  Tidak berjalan atau berlarian.

Selain itu, waktu makan untuk mereka pun dibatasi.  Hanya 30 menit saja. Lebih dari itu, pasti ada saja 'keributan' karena anak sudah tidak tertarik lagi menghabiskan makanannya. Karena itu, ibu Guru selalu memberikan porsi kecil saja buat anak. Bila masih menginginkan, mereka bisa minta tambahan makanan. 

Hal ini dilakukan untuk memberikan rasa senang pada anak, karena dia berhasil menghabiskan makanan yang diberikan. Yang berarti dia bertanggung jawab terhadap pilihan makanan yang diinginkan. Menumbuhkan rasa senang ini penting, agar peristiwa makan menjadi hal yang menyenangkan.  Makan bukan sesuatu yang 'menakutkan'. 

Pada sebagian anak, karena terlalu sering dipaksa untuk makan, membuat mereka mengalami 'trauma' saat mendengar kata 'makan'. Mengapresiasi 'keberhasilan' anak menghabiskan makanannya, menjadi hal penting untuk memberikan rasa percaya diri pada anak. 

Dan yang utama dari sesi makan siang ini, tak ada gadget yang 'mendampingi' mereka. Anak dibiasakan untuk mengenal makanan yang masuk ke dalam mulutnya. Merasakan tekstur makanan.  Halus, lembut, kenyal, kasar. Juga mengenal nama makanan karena sambil makan, ibu Guru pun bercerita tentang makanan yang dihidangkan hari itu. Juga warna, bentuk dari makanan. Hal yang tidak mungkin didapat, ketika anak sibuk dengan gadgetnya. 

Tapi yang terpenting dari makan tanpa gadget ini, anak jadi fokus pada kegiatan makan, mereka paham dengan makna kata 'kenyang'. Karena saat makan dengan menonton, anak hanya fokus pada tontonan.  Mereka tidak tahu apa yang masuk dalam mulutnya. Hanya membuka mulut, mengunyah, menelan. Begitu saja. Tanpa tahu apakah perutnya sudah kenyang atau belum. Karena fokusnya hanya pada gadget yang ada digenggaman tangan.

Inti dari diskusi itu adalah mengingatkan pada orang tua tentang manfaat yang begitu banyak, yang dapat diambil dengan kebiasaan makan tanpa gadget. Serta memberikan pemahaman pada orang tua tentang keburukan yang didapat ketika membiasakan anak untuk makan dengan menonton atau melihat hp.

Tentu saja, pilihan akhir kembali pada orang tua. 🤭. Semangat ayah bunda.... 


Komentar

Postingan Populer