Berbunga

Ini adalah anggrek macan atau Grammatophyllum speciosum. Dinamai begitu karena corak bunganya yang mirip kulit macan. Namun ada juga yang menamainya anggrek tebu. Lantaran daunnya yang sekilas mirip tanaman tebu. Selain itu, ada juga yang menamainya anggrek raksasa. Ini berdasarkan bentuk pohonnya yang menjulang tinggi. 

Anggrek ini tumbuh di halaman belakang rumah. Tahukah? Tanaman ini sudah berusia 40 tahun lebih! Gak mungkin! Percayalah itu faktanya. 

Ibu memiliki anggrek ini saat kami masih tinggal disebuah tempat dipedalaman Sumatera. Didapat dari tetangga sebelah rumah. Tumbuh subur tanpa perawatan yang khusus.  Atau lebih tepatnya, anggrek ini dibiarkan tumbuh begitu saja.


Karena itu pula, aku sempat berpikir bahwa tumbuhan ini hanya tanaman liar yang harus dibuang. Ketika hal ini kusampaikan pada ibu, sudah pasti dong aku diprotes. 

Sejak pertama kali anggrek ini dimiliki, baru satu kali berbunga dan berpuluh - puluh tahun hanya menghasilkan daun, daun dan daun. Tanpa bunga.

Hingga ketika beberapa bulan lalu, tampak bakal bunga bermunculan, ibu sangat senang. Setiap hari dinantikan bakal bunga ini menghadirkan bunga dengan corak kulit macan. 

Ketika akhirnya bunga - bunga itu mulai mekar, ternyata memang secantik itu. Pantas saja ibu menantikannya selama bertahun - tahun. 

Sudah pasti ibu girang bukan kepalang. Semua dibagikan cerita tentang anggrek yang berbunga ini. Tidak lupa ibu minta aku untuk mendokumentasikan bunga - bunga yang bermekaran dalam bentuk photo - photo.

Tak terbayang bila dulu aku membuang pohon anggrek ini. Mungkin ada kejadian anak yang dikeluarkan dari KK lantaran membuang anggrek milik ibunya... 🤣.


Komentar

Postingan Populer