Protes

Bahagianya Zee, tuh sederhana.  Tapi banyak... Seperti bahagia banget setelah diajak sang Aba lihat sapi qurban di lapangan.  Atau bahagia ketika dibelikan jepit baru oleh Ama. Juga bahagia ketika dibolehkan naik odong  - odong lebih banyak oleh Opa alias adek besar.  Dan banyak lagi moment bahagia tapi sederhana yang dimiliki Zee.

Salah satu moment bahagia yang paling ditunggu adalah saat Opa pulang dan dia diajak jalan - jalan. Sekembalinya, ada saja yang dibawa sebagai hasil merayu sang Opa untuk dibelikan. Bisa berupa stiker, gantungan mainan, tongkat bubble dan entah apa lagi. 

Dan inilah ceritanya....

"Zee, kalau di supermarket, ngomongnya jangan keras - keras. Pelan ajah," begitu adek besar membuka percakapan saat kami dalam perjalanan untuk mengantarkannya ke titik kumpul bis yang akan membawanya kembali ke kota tempatnya beraktivitas.

"Iya, nih, bikin berisik. Orang lain jadi terganggu," aku menimpali. 

"Gak cuma di supermarket.  Tapi ditempat umum. Bicaranya gak usah pake teriak - teriak," mbak ikutan nimbrung. 

"Kalau panggil Opa, pelan aja.  Gak usah kenceng - kenceng.  Opa nya khan jadi malu. Masih muda sudah jadi opa - opa," adek besar menjelaskan panjang lebar.

Sontak saja aku dan mbak tergelak. Ternyata itu masalahnya.  Malu dipanggil Opa didepan umum... 🤣. Kirain....

Komentar

Postingan Populer