Rasa
Diawali dengan bapak yang muntah darah disuatu siang, dihari - hari akhir Ramadhan. Hingga diharuskan rawat inap di ICU. Pendarahan yang beliau alami, membuat Hb turun drastis dan harus menjalani transfusi. Tiga kantong darah diberikan, bersyukur sekali, perlahan Hb terus naik, walau masih ada pendarahan.
Tiga hari di ICU, dokter mengijinkan bapak untuk pindah ke ruang rawat inap. Tepat dimalam takbiran. Yang itu berarti, kami akan berlebaran di rumah sakit. Tak pernah terlintas sedikit pun hal ini akan kami alami. Tapi nyatanya seperti itulah keadaannya.
Agar nuansa lebaran tetap ada, maka berbagi tugaslah kami. Mbak menjaga bapak di rumah sakit, melewatkan shalat ied disana. Sementara yang lainnya berlebaran di rumah. Menemani ibu.
Selepas sholat ied, kami berkunjung ke rumah sakit dengan membawa banyak bekal. Seperti layaknya orang yang akan pergi piknik. Karena ada tikar, lontong opor, minuman, kue - kue lebaran. Lengkap. Tak hendak rasanya melewatkan moment lebaran. Walaupun harus ditempat yang tak biasa.
Kami juga menyempatkan untuk mengabadikan kebersamaan dilebaran kali ini dengan membuat photo keluarga. Kegiatan yang selalu ada saat kami dalam formasi lengkap.
Tak biasa, tapi Allah berikan banyak hal luar biasa dibalik semua rangkaian peristiwa yang menguras tenaga, air mata dan juga emosi. Dukungan luar biasa kami dapatkan dari keluarga, sahabat dan kerabat. Setiap pelukan, kata - kata penyemangat, doa - doa yang turut dilangitkan, terasa memperingan segalanya. Bantuan yang terus mengalir, seakan menjadi energi baru untuk tetap kuat juga sehat saat mendampingi bapak.
Proses pengobatan bapak, yang walau mengkhawatirkan, namun diberikan banyak kemudahan. Dan itu sangat melegakan.
Tak terbilang segala kemudahan, kebaikan, kelancaran yang Allah berikan saat kami harus mendampingi bapak. Tak putus rasa syukur ini dipanjatkan atas kasih dan sayang Nya yang melimpah ruah untuk kami.
Sebagaimana janji Allah,
Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan” (QS. Al-Insyirah: 5-6).
Maka, nikmat Allah yang mana lagi yang kamu dustakan?...

Komentar