Kuning Telur
Semua berawal dari sini.....
Karena kerja jantung bapak sudah mulai menurun, menyebabkan kaki beliau sering bengkak. Dokter menyarankan untuk makan putih telur secara rutin sebanyak 3 kali dalam sehari. Yang dimasak dengan cara direbus / kukus. Bukan goreng.
Agar kuning telurnya tidak terbuang percuma, karena tidak ada yang mau makan kuning telur rebus, maka sebelum dimasak, telur putih dan kuning pun dipisahkan terlebih dahulu. Jadilah kemudian kami memiliki banyak kuning telur di kulkas.
Dan ..... mulailah ide untuk berkreasi bermunculan. Salah satunya dengan membuat bolu kuning telur. Berbekal pencarian di internet dengan kata kunci andalan "anti gagal", maka bolu kuning telur pun terhidang dimeja makan. Benar - benar sempurna. Alias anti gagal.
Karena percobaan pertama langsung berhasil, maka tak perlu waktu lama, ketika kuning telur sudah terkumpul, bolu yang kedua pun dibuat. Kali ini penuh percaya diri, 2 resep langsung diproses. Hasilnya? Bantat! Lantaran aku memasang suhu terlalu tinggi dan adonan di loyang yang terlalu tebal. Sehingga "over cook" diluar, tapi lembek didalam. Tapi tenang...tetap habis tak tersisa. Walau ada rasa yang berbeda karena ada gosongnya.😁.
Dikesempatan yang lain, ketika kuning telur sudah mulai menumpuk lagi, tercetus ide untuk membuat bolu gulung. Mencoba berkreasi dengan resep yang sama tapi tampilan yang berbeda.
Sama seperti sebelumnya, semangat tinggi disematkan agar hasil yang didapat memuaskan. Dua resep langsung dieksekusi. Loyang yang lebih besar disiapkan. Dan hasilnya? Gagal!.
Kali ini karena aku salah menimbang tepung terigu. Sehingga adonan menjadi keras lantaran terigu yang dicampurkan dua kali lebih banyak dari yang seharusnya. Dan tidak bisa digulung.
Tapi tak apa. Kami memberi nama baru untuk produk gagal ini dengan roti bagelen. Enak juga. Dan seperti biasa, habis tak bersisa.
Putus asa kah? Tentu saja tidak.
Penasaran dengan bolu gulung yang gagal, akhirnya dicoba kembali. Kali ini dengan mengurangi ukuran terigu. Dengan harapan bolu jadi lebih lembut lagi dan semakin mudah digulung.
Hasilnya? Pasti sudah tahu dong jawaban. Gagal lagi. 😂. Dan itu terjadi karena loyang yang dipakai kurang lebar sehingga bolu terlalu tebal untuk digulung.
Untuk itu, selai strawberry pun disiapkan. Bolu ini dibagi dua. Diolesi selai dikedua sisi. Kemudian ditumpuk. Jadilah lapis Surabaya.
Sungguh proses memasak yang menyenangkan. 🤣.
Komentar