BTS
Ketika memastikan kelulusan kuliahnya, keponakan sulung merencanakan untuk membuat photo keluarga saat wisudanya nanti. Di studio photo
Maka rencana pun disusun. Hari H ditentukan. Semua persiapan dilakukan. Adek besar jauh - jauh hari diingatkan untuk cuti agar bisa hadir.
Tapi.. sebaik apapun rencana, tak akan ada yang bisa mengalahkan skenario Allah. Tepat satu hari sebelum hari H, sebuah insiden terjadi.
Saat panen pisang dikebun belakang rumah, tanpa disadari sebilah bambu penyangga pohon pisang terlepas dan tepat mengenai wajah sebelah kanan. Tak ayal lebam, bengkak dan luka pun bercampur jadi satu di pelipis, mata serta pipi.
Seharian itu, aku tak lepas dari kompres es diwajah. Tapi bengkak dan biru tak dapat disembunyikan.
Maka di hari H, mbak mendadak jadi MUA. Dengan ilmu 'kayaknya begini, deh' dia mengoleskan alas bedak ke bagian wajah yang membiru dan bengkak. Mencoba menyamarkan semampunya. Menambahkan perona mata warna gelap disisi kiri untuk memberi kesan sama antara mata kanan yang lebam dan mata kiri yang normal. Dan aku, pasrah. Yakin saja pada apa yang dilakukan. Walau tetap tak dapat menyembunyikan luka dan bengkak..
Komentar