Balon
Kebiasaan kami ketika akan mengajak Zee pergi adalah membuat aturan dan perjanjian tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukannya. Hal ini bertujuan untuk membuat Zee memahami aturan yang sudah disepakati.
Seperti saat akan ikut pengajian, maka aturannya adalah duduk, tidak berjalan kesana kemari, dengarkan ustdaz.
Atau ketika akan datang ke acara keluarga, maka pesan yang diberikan adalah senyum, cium tangan, main sama saudara.
Begitu pun saat beberapa waktu lalu, aku dan mbak mengajak Zee ke kebun binatang. Aturannya adalah jalan, tidak gendong. Tidak beli balon. 😁.
Apa alasannya?
Tiya dan Neti gak kuat kalau harus gendong Zeezee. Dan dirumah sudah banyak balon.
Jadi... Zee suka sekali dengan balon. Dirumah disediakan balon yang dapat ditiup kapan saja bila dia menginginkan. Beberapa digantung diruang tengah. Bila ada yang meletus, akan diganti lagi dengan balon yang baru.
Dan inilah yang terjadi kemudian....
Saat baru tiba diparkiran bonbin, tampak sudah banyak penjual beragam mainan. Tak terkecuai penjual balon. Salah satu penjual menyodorkan balon pada Zee. Dia melihat padaku dan mbak seraya berkata, "Gak beli, ya. Dirumah sudah ada."
Aku dan mbak tersenyum geli. Sementara sang penjual hanya meringis.
Bener, sih. Tapi gak bilang didepan penjualnya juga, Zee.... 😂.
Komentar