Terhormat
Dituakan... Didahulukan..
Dalam urutan keluarga, ibu adalah anak kedua mbah Marso dan mbah Sundi. Namun saat ini, ibu dan bapak menjadi yang tertua. Karena pakde, kakak ibu, sudah meninggal dunia. Begitu juga istrinya, yang biasa kami sapa dengan bude.
Tak heran bila dalam perhelatan Kumpul IKM kali ini, bapak dan ibu mendapat banyak perhatian khusus. Selain karena berada diurutan teratas, juga karena usia keduanya yang menjelang 80 tahun.
Dan inilah yang terjadi kemudian...... š¤.
"Maaf, ya.. Maaf.. Mbak Yay potong antrian," ujarku pada beberapa adik sepupu yang tengah berada diantrian untuk makan siang. "Ini buat pakde sama bude," lanjutku sambil nyengir kuda.
Agar memudahkan bapak ibu, maka aku mengambilkan makan dan minum untuk keduanya.
Para sepupuku memahami hal ini. Mereka pun mempersilakan untuk mengambil antriannya.
Sementara dibelakang sana, mas sepupuku berseloroh, "Modus itu. Mau nyerobot antrian."
"Kok tahu, mas?" Jawabku disertai tawa berderai.
Kejadian ini, berulang diacara makan bersama lainnya. Hingga suatu kali..
"Tumben, mbak. Gak antri sampe depan?" Tanya salah satu adik sepupu. Saat itu aku sudah memotong antrian. Tapi berhenti tepat dibelakang salah satu bulek, adik ibu.
"Gak, ah. Gak enak. Dibelakang bulek ajah," jawabku seraya menggandeng tangan bulek.
"Takut kualat, ya?" Tebak bulek.
"Iya, bul. Ntar makannya gak nikmat," jawabku. Dan kami pun tertawa.
Begitulah kami. Saling menggoda. Tapi tak marah. Bercanda dan tertawa. Meleburkan semua rasa. Karena bahagia adalah segala.
Posting : fb


Komentar