Rumah
Sebuah rumah.... Sebuah Cerita...
Kembali ke Lampung, itu berarti kembali mengunjungi sebuah rumah. Rumah yang punya banyak cerita. Rumah mbah Kakung - Putri.
Dulu, sekitar pertengahan tahun 70-an, saat mbah Kakung memasuki masa pensiun dari sebuah perusahaan pertambangan minyak dipedalaman Sumatera Selatan, maka Pringsewu menjadi pilihan untuk tempat tinggal. Menghabiskan masa tua. Pringsewu adalah sebuah kota kabupaten yang terletak di propinsi Lampung.
Ketika usia SD, setiap liburan sekolah, mbah Putri akan datang menjemput aku dan saudara - saudara untuk berlibur ke rumah ini. Kami naik kereta api, berdesak - desakan dengan penumpang lain selama sekitar 12 jam perjalanan.
Liburan dirumah mbah, adalah sebuah kemewahan. Karena ada banyak keistimewaan yang diberikan keduanya. Dimasakkan ayam atau menthok. 'Diijinkan' mengambil jajanan yang ada diwarung. Yang itu berarti 'menguras' habis permen karet dan kerupuk kemplang. Juga diajak belanja ke pasar dan pulangnya naik becak.
Kami juga punya arena bermain air yang sangat luas. Halaman tengah rumah mbah sengaja disemen halus untuk menjemur padi dikala musim panen. Saat padi sudah disimpan, giliran kami menyiramkan air dilantai dan bermain seluncuran sepuasnya.
Walau mbah Kakung Putri memanjakan kami, namun keduanya sangat tegas bila sudah berurusan dengan shalat. Shalat adalah wajib, meski diusia kami yang belum baligh.
Keduanya juga tidak pilih kasih. Bila diantara kami bertengkar, maka yang salah yang meminta maaf. Meski itu yang muda. Tidak ada keistimewaan. Tidak harus yang lebih tua yang mengalah.
Dan satu yang pasti untukku. Berlibur ke rumah ini, memudahkan saat pelajaran Bahasa Indonesia. Karena guru disekolah selalu memberi tugas mengarang tentang kegiatan selama liburan. Judul tulisan 'Liburan ke Rumah Mbah', menjadi judul favoritku sepanjang masa. 🤭.
Maka ketika diacara Kumpul IKM yang berlangsung pekan lalu, kembali ke rumah ini, semua kenangan itu muncul lagi. Rumahnya tetap sama. Walau kondisinya sudah jauh berbeda. Kenangan yang tersimpan juga tetap ada. Meski disertai dengan tetesan air diujung mata.
Memang hanya sebuah rumah. Tapi punya banyak kisah. Yang menyisakan cerita indah.
Posting : fb

Komentar