Pempek
Pinta.. Rayu.. Harap...
Walau orang mengenal pempek sebagai makanan khas dari Palembang, tapi makanan ini pun banyak dijumpai di Lampung. Sebagaimana halnya ke Palembang. Belum dinamai ke Palembang kalau belum makan pempek, maka begitu juga bila ke Lampung. Harus merasai pempek yang diolah menggunakan ikan dari Lampung. 🤭.
Dan ini ceritanya...
"Besok ada siomay dari Metro, ya," begitu lapor salah satu adik ibu yang kami sapa bulek, saat rapat online menjelang acara Kumpul IKM di Lampung.
"Gak ada pempek, bul?" Tanyaku.
"Gak ada. Semua sudah bisa bikin sendiri. Jadi besok gak ada pempek," sahut beliau.
"Sedikit ajah, bul," suara mbak sepupu memohon dari ujung sana.
"Iya, bul. Ke Lampung gak makan pempek, rasanya kayak ada yang kurang," rayuan maut kulancarkan.
"Rayu terooos," mas sepupu menimpali.
"Gak. Gak ada pempek. Gak ada tenaganya yang bikin," bulek mengakhiri permohonan tentang pempek.
Baiklah. Makan pempek harus dihilangkan dari daftar wajib makanan saat di Lampung. 😁.
Tapi apa yang terjadi kemudian ketika acara Kumpul IKM di Lampung?
Siang hari seusai lelah menjalani sesi photo bersama, kami dikejutkan dengan adanya pempek yang sudah terhidang dimeja. Lengkap. Lenjer, kapal selam, adaan bahkan pempek isi keju!
Kejutan yang menyenangkan pastinya. Dan ketika kutanyakan mengapa akhirnya ada pempek, dengan santai bulek menjawab, "Ada yang baik hati. Yang gak tega mendengar suara merengek minta pempek."
Aku tergelak mendengarnya. Besok - besok modus yang sama bisa diulangi lagi untuk permintaan yang lain. 🤣.
Terima kasih untuk 'yang baik hati'. Pempeknya enak banget. 👍.
Posting : fb
Komentar