Bermain
Main.. Akur...
Sore hari menjelang pembukaan acara Kumpul IKM...
Dari teras kamar hotel, aku melihat beberapa keponakan tengah duduk bersama dengan ibu masing - masing. Ada mainan ditengah mereka. Tapi tampaknya terjadi sedikit 'keributan' menyangkut mainan itu.
Perlahan aku menghampiri dan duduk diantara para balita ini. Sejenak mempelajari situasi. Mencari tahu apa yang tengah terjadi. Lalu..
"Apa nih? Puzzle, ya? Bagus banget. Bude ikutan main, ya? Ini gambar apa, ya? Kok mirip wortel. Ternyata bukan wortel. Apa, ya? Aku terus bicara tanpq henti untuk menarik perhatian. Tak lupa menyertakan intonasi suara, mimik wajah, gerakan badan. Semuanya bekerja dalam satu kesatuan untuk menarik perhatian.
"Brokoli," jawab salah satu diantara mereka.
"Iya. Bener banget. Ini brokoli," ujarku.
Tampaknya usahaku menaril perhatian menunjukkan hasil.
"Ini wortel," yang lain menunjukkan gambar wortel. Dan suasana pun mencair. Mereka melebur. Tak lama kemudian, para balita ini, main bersama.
"Beda, ya kalau ibu guru yang turun tangan," seloroh salah satu adik sepupu pada yang lain. "Kita dari tadi mencoba mendamaikan, gagal terus," lanjutnya disusul tawa berderai kami semua.
Hampir 4 tahun meninggalkan sekolah dan masih diberi kemampuan untuk bermain bersama anak - anak, sebuah rasa syukur yang tak terkira. Alhamdulillah.
Karena dunia anak selalu membawa pesan bahagia. Bermain dengan mereka tak pernah lepas dari tawa. Suasana yang tercipta adalah gembira dan ceria. 😍.
Posting : fb

Komentar