Beda Jauh

 Seiring waktu berjalan, kemampuan Zeezee dalam mengucapkan kata demi kata pun berkembang. Bila sebelumnya dia hanya mengucapkan suku kata terakhir sebuah kata, sekarang dia sudah bisa melafalkan satu kata secara utuh. Walau dalam kata - kata tertentu, ada huruf yang berganti dengan huruf lain.


Seperti 'Tiya', Zee bisa mengucapkan dengan jelas. Namun pada kata ayam, berubah menjadi anan. Huruf Y dan M berubah menjadi N.


Zee juga akan mengganti huruf K menjadi T yang membuat panggilannya pada uyut Akung menjadi 'Atung'. 


Kata balon pun merubah menjadi banon dan abon menjadi abem.


Intinya tidak ada yang baku pada perubahan huruf disetiap kata yang diucapkan Zee. Benar - benar tak terduga. Yang membuat kami tak dapat memperkirakan 'pola' huruf yang akan digunakannya ketika mengucapkan sebuah kata.


Dan ini ceritanya...


"Bebek," Zee berkata seraya menunjuk sebuah gambar dibuku.

Pagi menjelang siang itu, dia tengah bersamaku bersiap untuk tidur. Seperti biasa, melihat - lihat isi buku ada kegiatan rutin pengantar tidurnya.


"Itu burung," jawabku.


"Bebek," ujarnya lagi.


"Bukan Zee. Itu burung. Ada sayapnya dan terbang. Jadi ini bu - rung," aku mengeja persuku kata untuk memudahkan Zeezee memahami kata yang kumaksud. 


Dalam benakku, kata yang akan keluar nanti adalah bunung, bila mengikuti 'pola' perubahan kata pada balon dan akung.


Tapi ternyata aku salah...


"Nu - nun," ucap Zee mengikuti caraku mengeja.


Lha? Kok jadi Nunun? Suka - suka Zee ajahlah..


Semangat belajar, Zee... ❤.

Posting  : fb

Komentar

Postingan Populer