Ngatur

 

Zeezee mulai suka ngatur ini itu. Bila tidak dituruti, dia juga sudah bisa ngambek.
 
Malam hari....
 
"Zee, makan yok. Bareng Uyut Akung," panggilku dari ruang makan. 
 
Dia tengah asyik bermain dengan mainan baru. Hadiah dari Yangmi. Eyang putri dari garis Aba nya.
Zee merespon panggilanku dengan beranjak meninggalkan mainannya. Berjalan ke arah ruang makan. Tapi kemudian berbalik lagi.
 
"Mau kemana? Ayok sini," ajakku.
 
Dia mengabaikanku dan mengambil peci milik Uyut Akung yang diletakkan diatas lemari kecil.
"Untuk apa bawa peci Uyut. Itu khan untuk sholat," ujarku.
 
Batita ini tidak menggubris pertanyaanku. Dia justru memberikan peci pada bapak dan meminta beliau untuk memakainya.
 
"Uyut mau makan. Nanti saja pakai pecinya," bapak menolak permintaannya.
 
Tapi Zeezee pantang menyerah. Diletakkan peci dipangkuan bapak. Disertai dengan memegang kepalanya. Yang itu artinya... 'Pakai pecinya'. 😁.
 
Bapak menyerah. Jadilah beliau makan dengan memakai peci, kaos singlet dan celana pendek. Sebuah tampilan yang membuat Neti yang keluar dari kamar tertawa geli.
 
Hhmmm... harus bersiap, nih.. Kalau besok - besok ada lagi yang ngatur - ngatur. 🤭.
 
Post : Fb

Komentar

Postingan Populer