Lupa
Setiap hari berkumpul dengan orang dewasa membuat Zee melihat dan meniru kebiasaan yang kami lakukan.
Misalnya tentang makan.
Kami tidak perlu membuat menu khusus untuk Zee. Karena dia makan sama seperti yang kami makan. Tentu saja ada pengecualian. Seperti bukan makanan yang bercita rasa pedas.
Selain itu, Zee bisa ikut menikmati makanan yang terhidang di meja makan. Dia suka tempe goreng. Juga terong goreng. Zee biasa makan brokoli dan wortel yang direbus. Tak terkecuali sayur singkong.
. Intinya, Zee bukan pemilih makanan.
Seperti juga pagi ini....
"Ibu belum minum obat," aku mengingatkan ibu, yang tengah berada diteras belakang bersama Zee.
Dibandingkan bapak, ibu lebih disiplin saat minum obat. Ada waktu yang sama setiap hari.
"Oiya."
Dan ibu beranjak ke dalam. Tak lama keluar dengan membawa sepiring nasi. Lengkap dengan lauk dan sayurnya. Beliau biasa makan nasi terlebih dahulu sebelum minum obat.
Zee yang melihat Uyut Titi datang dengan membawa piring, langsung ingin ikut bergabung untuk makan. Jadilah Zee makan sepiring berdua dengan Uyut Titi.
"Zee yang sebelah sini, Uyut yang ini," ibu berkata sambil menunjukkan bagian nasi yang boleh diambil Zeezee.
"Zee jangan yang ini. Pedas," terdengar suara ibu beberapa saat kemudian.
"Zeenata, ini pedas!" Kembali suara ibu terdengar. Kali ini diiringi dengan suara protes Zeezee karena tidak mau dilarang.
Dan keributan pun tak terelakkan.
.
Sepertinya Zee lupa kalau dia adalah bayi usia 17 bulan, yang belum bisa makan yang pedas - pedas.
.
Post : Fb
Komentar