Jerapah

 Zee punya kebiasaan bermain di setiap kamar. Tak heran bila mainannya pun tersedia di masing - masing kamar. Alasannya sederhana. Biar tidak repot membawa mainan ke sana ke mari. 😁.

Dikamarku, mainan miliknya diletakkan dalam sebuah kotak. Isinya ada beberapa boneka hewan, boneka jari, lokomotif kecil, beberapa bola dan pernik mainan lainnya.

Dan ini cerita hari ini...

"Sekarang, Zee naik dulu ke kasur," perintahku seraya membantunya untuk naik ke kasur. Tempat bermain yang menyenangkan. Karena bila sudah lelah, Zee langsung bisa tidur disisi manapun yang dia mau. 🤭.

Aku lalu mengambil kotak mainan dan kami mulai main bersama. Zee mengeluarkan satu persatu mainan, menyerahkan padaku dan aku mulai menerangkan tentang mainan itu.

Ketika Zee memberikan lokomotif, maka aku aku berbicara tentang kereta, rel, masinis, bla.. bla.. bla..

Ketika diberikannya bola, aku akan bercerita tentang bola yang bulat, bisa menggelinding, bisa dilempar, bla.. bla..

Lalu..

Zee memberika boneka jerapah padaku.

"Eh, boneka jerapahnya ada dua khan? Satu lagi mana?" Tanyaku.

Zee mulai mencari - cari.

"Itu lho, yang warna kuning," ujarku lagi.

Zee masih sibuk mencari.

"O.. itu. Diduduki sama Zee," aku memberi tahu.

Zee menunduk dan mendapati jerapah yang dimaksud. Lalu diambilnya dengan ditarik, sementara dia masih menduduki boneka jerapah. Jadilah satu kakinya pun patah. 😭.

Post : Ig

Komentar

Postingan Populer