Beda

 

Zee sudah mulai memahami satu perintah sederhana yang diberikan padanya. Walau kadang perintah itu harus diulang beberapa kali agar dia mengerti. Dan tak jarang, diikuti dengan gerakan tangan untuk Zee lebih mudah memahaminya.
 
Dan ini ceritanya....
 
"Zee, tolong panggil Neti, ya," pintaku disuatu sore menjelang Maghrib. "Ajak Neti buka puasa," lanjutku.
Perintah yang terlalu banyak, sih. Seharusnya satu perintah saja. 🤭.
 
Zee yang tengah asyik menonton animasi kegemarannya, tampak tak bergeming.
 
"Zee, Tiya minta tolong, tuh," gantian Uyut Titi yang berbicara. "Panggil Neti. Ajak buka puasa."
Kali ini dia memalingkan wajahnya.
 
"Panggil Neti, ya," aku mengulangi perintah. "Ajak berbuka."
 
Zee menganggukkan kepalanya. Seakan mengatakan bahwa dia paham apa yang dimaksud. Lalu beranjak menuju kamar Neti seraya mengucapkan, "Ka... Ka." Pasti maksudnya berbuka. 🤭.
 
Tak lama berselang, dia keluar dari kamar Neti dengan membawa boneka kucing orange, pemberian dari adek besar.
 
"Ka.. Ka..," dia menunjukkan boneka yang dibawanya.
 
Aku tergelak. Bunyinya memang sama. Tapi maksudnya beda. Namun setidaknya, Zee mulai pahamlah kalau diberi perintah...
 
Post : Fb

Komentar

Postingan Populer