Ratu Tega

 

Zee adalah pusat segala perhatian dirumah ini. Semua tentangnya menjadi hal penting.
Tawanya menjadi bahagia kami. Sakitnya turut dirasakan seisi rumah. Tangisnya? Untuk yang satu ini, kadang kami tak sepakat. 🤭.
 
Zee sudah pandai bersandiwara. Aktingnya terasah dengan baik. 😁.
 
Bila menginginkan sesuatu dan tidak diijinkan karena alasan tertentu, Zee akan menangis dengan volume tinggi. Untuk menarik perhatian. Tak ada air mata yang keluar. Ekspresinya pun datar. Tidak fokus pada tangisan. Terlihat sekali bila itu hanya menangis yang disengaja. 🤣.
 
Ini contohnya...
 
Pagi hari, aku tengah membawanya ke halaman depan. Berjemur dan melihat suasana pagi dari balik pagar.
 
Melihat ada banyak orang berlalu lalang, Zee meminta untuk berjalan ke luar pagar. Tentu saja aku tidak mengijinkan. Karena jalanan sudah terlalu ramai. 
 
Penolakanku membuatnya merengek. Tapi karena penolakan tetap terjadi, Zee pun mulai menangis dengan suara kencang. 
 
Pastinya menarik perhatian orang untuk melihat atau bertanya. Maka tangis Zee pun semakin menjadi.
"Jalannya ramai, Zee. Bahaya kalau keluar," aku menjelaskan. 
 
Tapi Zee tetap memaksa dan menangis.
 
"Ya sudah. Terus ajah menangis. Tiya gak papa, kok," ujarku. "Gak malu juga kalau Zee jerit - jerit," lanjutku.
 
Tahu apa yang terjadi?
 
Seketika Zee menghentikan tangisnya. 🤣. Belum tahu ajah, dia. Kalau Tiya ratunya tega...
 
Posting : Fb

Komentar

Postingan Populer